CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Badan Gizi Nasional (BGN) merespon kritik dari sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di wilayah Abepura tentang rasa menu yang disajikan dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) pada, Senin (14/4/2025) di wilayah tersebut sedikit berbeda.
Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG Abepura, Nurfitra mengaku kritikan tersebut merupakan masukan yang sangat penting bagi pihaknya untuk melakukan evaluasi.
"Ini menjadi masukan buat kami, karena inikan pertama kali kami buat. Sebelumnya kami uji coba itukan dalam bentuk makanan kering atau snack, untuk makanan berat inikan baru pertama kali," kata Nurfitra kepada Cenderawasih Pos melalui telpon selulernya, Selasa (15/4/2025).
Dirinya mengaku, pihaknya masih belajar dan belum mengetahui terkait dengan sifat, karakter serta apa yang diinginkan anak-anak terhadap makanan yang disajikannya itu.
"Hari ini kami kami sudah memperbaiki apa yang dilakukan kemarin yang menjadi masukan-masukan dari pihak sekolah maupun lainnya," jelasnya. Lanjut Nurfitra mengatakan pihaknya telah berusaha keras untuk memperbaiki apa yang menjadi permasalahan tersebut.
Terangnya SPPG menyediakan MBG tersebut sesuai dengan kebutuhan gizi dari setiap anak-anak.
Ia menyebut setiap anak mempunyai grammasi atau takaran gizi yang berbeda. Sebagai contoh siswa kelas l-lll dibutuhkan gizi 100 gram sementara anak kelas Vl-lV sebesar 150 gram.
"Jadi kebutuhan gizi setiap anak-anak itukan berbeda-beda. Jadi kelas l-lll itukan 100 gram, kemudian kelas Vl-lV sebesar 150 gram," ujarnya.
Diketahui sebelumnya keritikan itu muncul dari beberapa siswa yang menerima manfaat dari MBG tersebut, pada Senin (14/4/2025).
Kepada Cenderawasih Pos, sejumlah siswa tersebut menyebutkan bahwa menu makanan MBG yang dimakannya sangat kering dan tidak ada rasa, serta porsi nasinya sangat sedikit. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser