Muhammadiah Keerom Harus Bangkit dan Jadi Penyejuk di Tengah Masyarakat

Administrator • Dipublikasikan Sabtu, 23 September 2023 | 16:30 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus Muhammadiah dan Aisyiyah Kabupaten Keerom di Hotel Arso Grand, Sabtu (22/9/2023). (Ceposonline.com/Mustakim Ali)
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus Muhammadiah dan Aisyiyah Kabupaten Keerom di Hotel Arso Grand, Sabtu (22/9/2023). (Ceposonline.com/Mustakim Ali)
CEPOSONLINE.COM,KEEROM - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DWP) Muhammadiah Provinsi Papua, Subhan Hafidz melantik Muhammad Yunus Ishak sebagai Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiah Kabupaten Keerom Priode 2022-2027 di Hotel Arso Grand, Sabtu (22/9/2023).

"Saya berharap kepengurusan baru ini harus bisa membangun komunikasi dan sinergitas dengan semu mitra khususnya pemerintah seperti apa yang sudah disampaikan bapak Bupati," ucap Subhan Hafidz kepada awak media usai pelantikan yang dihadiri langsung oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager didampingi Wakil Bupati, Wahfir Kosasih, Kapolres Keerom, AKBP Christian Aer dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Muhammadiah sebagai salah satu mitra penting pemerintah harus terus memberikan pelayanan kepada masyarakat baik itu dibidang pendidikan, kesehatan dan penguatan sosial ekonomi.

"Dengan kepemimpinan yang baru ini kita sangat berharap agar betul-betul bisa menjaga amanah dalam menjalankan Muhammadiah du Kabupaten Keerom," terangnya.

Sementara itu Bupati Keerom, Piter Gusbager dalam sambutannya meminta pengurus untuk menjadikan pengukuhan ini sebagai motivasi dan semangat baru untuk bersatu didalam internal, bangkit, dan lebih maju lagi.

"Selain meningkatkan semangat organisasi, Muhammadiah juga harus membuka ruang komunikasi dengan umat agama yang lainnya. Karena saya berharap Muhammadiah menjadi bagian terdepan dalam menjaga kedamaian di Kabupaten Keerom ini," pinta Bupati Gusbager.

Muhammadiah juga diharapkan bisa menjadi pelopor dalam menjaga cinta damai ditengah masyarakat keerom yang sangat majemuk.

"Jaga Keerom untuk tetap damai adalah tanggung jawab kita semua, menjelang masa politik Muhammadiah harus bisa jadi air yang membawa kesejukan dalam menghadapi dinamika politik yang terjadi ditengah masyarakat," ungkapnya.

Bupati Gusbager juga menegaskan, agar menjauhkan rumah-rumah ibadah dari kepentingan politik. "Jangan sampai kepentingan politik kita, bisa mencederai kesucian rumah ibadah di Kabupaten Keerom," tutupnya.(*) Editor : Administrator
Bupati Keerom KEEROM