Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keterbatasan Anggaran Jadi Evaluasi Pesparani Papua II

I
Penulis: Ismail Ceposonline❯
Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra mewakili Gubernur Papua menerima Plakat Penghargaan dari Panitia Pesparani II 2026 Provinsi Papua, pada kegiatan closing ceremony, Sabtu (3110). (Ceposonline.com/Ismail)
Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra mewakili Gubernur Papua menerima Plakat Penghargaan dari Panitia Pesparani II 2026 Provinsi Papua, pada kegiatan closing ceremony, Sabtu (3110). (Ceposonline.com/Ismail)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, BIAK – Keterbatasan anggaran menjadi salah satu catatan penting dalam pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026 di Kabupaten Biak Numfor.

 Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan panitia, tetapi juga sejumlah kontingen kabupaten/kota hingga berdampak pada bergesernya jadwal penutupan.

Ketua Panitia Pesparani Papua II 2026, Arnold Tetho, mengungkapkan hal tersebut saat menyampaikan laporan panitia pada acara penutupan Pesparani di SD Santo Yoseph, Biak, Sabtu (31/10).

Advertisement

Menurut Arnold, acara penutupan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah direncanakan sebelumnya, pada tanggal 2 November. Pergeseran jadwal terjadi karena adanya kesulitan pembiayaan yang dialami kontingen maupun panitia. Kendati demikian, seluruh rangkaian perlombaan Pesparani dapat diselesaikan.

“Perlu kami sampaikan bahwa acara penutupan ini tidak terlaksana sesuai jadwal semula. Pergeseran ini terjadi karena kesulitan dalam biaya yang kami alami, baik oleh kontingen kabupaten/kota maupun oleh panitia sendiri. Meski demikian, seluruh rangkaian lomba dapat diselesaikan dengan baik,” kata Arnold.

Ia menjelaskan, persoalan pembiayaan menjadi salah satu bahan evaluasi setelah pelaksanaan Pesparani Papua II yang berlangsung sejak 28 hingga 31 Oktober 2026. Keterbatasan dana di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi dinilai turut mempengaruhi persiapan kontingen dan pelaksanaan kegiatan.

Advertisement

Selain anggaran, panitia juga mencatat pelayanan akomodasi dan transportasi bagi peserta dalam jumlah besar belum sepenuhnya optimal.

 Koordinasi jadwal antara lomba dan kesiapan teknis juga masih perlu ditingkatkan dalam penyelenggaraan Pesparani berikutnya.

Pesparani Papua II sendiri melibatkan 706 peserta lomba dan panitia. Kontingen yang hadir antara lain berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Waropen serta tuan rumah Kabupaten Biak Numfor.


Berkaca dari sejumlah kendala tersebut, panitia mendorong agar perencanaan anggaran untuk Pesparani berikutnya dilakukan lebih awal.

Advertisement

Artikel Terkait

Pesparani Papua II Ditutup, Para Juara Diminta Bersiap Menuju Tingkat Nasional

Pesparani Papua II Ditutup, Para Juara Diminta Bersiap Menuju Tingkat Nasional

Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026 resmi berakhir di Kabupaten Biak Numfor, Sabtu (31/10).

Kota Jayapura Pertahankan Gelar Juara Umum Pesparani II Papua 2026

Kota Jayapura Pertahankan Gelar Juara Umum Pesparani II Papua 2026

Kota Jayapura kembali menunjukkan dominasinya dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026. 

Blandina N.S Nahak Raih Champion Emas untuk Keerom di Pesparani II Papua 2026

Blandina N.S Nahak Raih Champion Emas untuk Keerom di Pesparani II Papua 2026

Kontingen Kabupaten Keerom akhirnya berhasil meraih champion emas pada Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer