Wow, Sejumlah Oknum Pejabat di Keerom Diduga Terlibat Pungli Honorer

Administrator • Dipublikasikan Sabtu, 23 September 2023 | 07:47 WIB
Photo
Photo
Ilustrasi.

CEPOSONLINE.COM, KEEROM- Kasus dugaan pungli rekrutmen honorer di Kabupaten Keerom terus berlanjut.

Polsek Jayapura Selatan yang menangani kasus tersebut telah mendapatkan bukti baru berdasarkan dari keterangan korban dan terduga pelaku.

Dimana ada dugaan keterlibatan sejumlah oknum pejabat di Kabupaten Keerom atas rekrutmen pengangkatan pegawai honorer tahun 2019.

Namun yang menarik kasus ini, selain ada dugaan keterlibatan oknum pejabat di Kabupaten Keerom, ternyata korbannya sudah bertambah banyak.

Korban juga bukan hanya berasal dari wilayah Jayapura Selatan, Kota Jayapura, tetapi ada juga dari wilayah lain dari Kabupaten Keerom dan Mamberamo.

Sementara itu kasus dugaan pungli honorer di Kabupaten Keerom yang awalnya ditangani Polsek Jayapura Selatan, kini dilimpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Papua.

"Jadi, kasus ini kami limpahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Papua," ucap Kapolsek Jayapura Selatan, AKP. Frets Lamahan saat dikonfirmasi Ceposonline.com via selulernya Jumat (22/9/2023) malam.

Kata Kapolsek, pengaduan dugaan pungli oleh oknum calo diduga berinisial LR atas rekrutmen Honorer Kabupaten Keerom tahun 2019.

“Masyarakat yang direkrut LR ternyata bukan dari wilayah Jayapura Selatan, Kota Jayapura saja, ada yang dari Sentani dan Mamberamo," beber Kapolsek Frets.

Sementara dari keterangan sejumlah korban dimana jumlah korbanya hampir ribuan orang.

Keteranggan tersebut disampaikan oleh puluhan korban saat pertemuan yang berlangsung di Mapolsek Japsel pada hari Jumat (22/9/2023) siang.

"Ya, terduga pelaku LR juga menyebut ada keterlibatan beberapa oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Keerom," terangnya.

Menurut Kapolsek Frets, dengan melihat korban begitu banyak dan berasal dari beberapa daerah, maka pihaknya berkoordinasi dengan Reskrimum Polda Papua, dan pihak Reskrimum juga menyarankan agar proses terkait kasus ini dilanjutkan di Polda Papua.

“Terkait keterlibatan orang dalam atau sejumlah oknum pejabat, kami belum sepenuhnya menyimpulkan, karena masih menungu hasil penyelidikan lebih lanjut. Karena kasus ini kita sudah limpahkan ke Polda,” sambung Kapolsek Frets.

Untuk diketahui bahwa, kasus dugaan pungli dalam rekrutmen Honorer tahun 2019 Kabupaten Keerom sangat disesalkan banyak pihak.

Apalagi dari pengakuan sejumlah korban sudah menghabiskan uang berkisar Rp 7 juta sampai puluhan juta yang mereka keluarkan untuk bisa lolos dalam rekrutmen honorer tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya seorang wanita berinisial LR diadukan ke polisi oleh puluhan orang korbannya atas dugaan kasus penipuan terkait rekrutmen 1000 pegawai Honorer di Kabupaten Keerom tahun 2019 silam.

Dimana pada tahun 2019 lalu, terduga pelaku meminta sejumlah uang kepada masyarakat dengan jaminan akan lolos sebagai pegawai honorer di Kabupaten Keerom.

Setelah sejumlah korban mengumpulkan uang, ternyata tidak tidak lolos jadi honorer seperti yang dijanjikan.

Karena merasa dirugikan dan tidak sesuai perjanjian antara korban dan terduga pelaku, sejumlah korban yang merupakan warga Kota Jayapura ini langsung membuat pengaduan di Polsek Jayapura Selatan pada hari Selasa 19 September 2023 lalu. (*)

 

  Editor : Administrator
ASN keerom KEEROM