CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom terus mengejar penyelesaian penataan kawasan terpadu yang mencakup pintu gerbang utama, ruang publik, Rest Area, Taman Transformasi Spiritual, hingga Tugu Patung Yesus.
Penataan kawasan ini dirancang sebagai satu kesatuan area wisata, refleksi spiritual, dan pusat aktivitas masyarakat.
Bupati Keerom, Piter Gusbager, menyatakan bahwa konsep penataan kawasan ini diadaptasi dari ruang terbuka di Eropa dan Australia yang disesuaikan dengan karakteristik lokal Keerom.
Saat ini, total progres pembangunan di kawasan tersebut telah mencapai 70 persen.
Dalam penataan kawasan ini, Pemkab Keerom menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya, monumen 7 Suku Adat dan Pemugaran Tugu Selamat Datang yang mengangkat identitas masyarakat adat Keerom mulai dari wilayah Towe hingga Skanto.
Pemkab Keerom juga menyediakan area parkir Rest Area, pusat oleh-oleh khas Kabupaten Keerom, serta ruang publik (public space) untuk tempat bersantai maupun penyelenggaraan acara.
Kata Bupati Keerom, kawasan ini juga dirancang ramah disabilitas agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Gusbager juga memastikan hutan sagu di sekitar lokasi tetap dipertahankan untuk menjaga keasrian lingkungan.
“Ini adalah konsep karya nyata untuk menata kota Keerom agar memiliki keunikan dan karakteristik tersendiri saat dikunjungi masyarakat,” ungkap Bupati Gusbager saat meninjau lokasi, Selasa (13/10/2026).
Bupati Gusbager juga menegaskan bahwa Taman Transformasi Spiritual didesain khusus sebagai tempat refleksi dan kegiatan positif, bukan untuk aktivitas yang melanggar hukum atau aturan Tuhan serta mengganggu ketertiban umum.
Sementara itu, terkait keberadaan Tugu Patung Yesus yang saat ini ditutup, Bupati Gusbager menjelaskan bahwa patung tersebut sedang dalam proses pembaruan warna. Pembangunan patung yang memakan waktu lebih dari dua tahun ini telah rampung dan siap diperkenalkan kepada publik.
“Patung ini hadir sebagai simbol keagungan Tuhan yang mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu hadir dalam kehidupan manusia. Tempat ini sakral dan terbuka bagi siapa saja yang ingin berziarah,” jelasnya.
Bupati Gusbager juga membeberkan jika Pemkab Keerom menargetkan peresmian dan pentahbisan Tugu Patung Yesus dapat dilaksanakan pada 20 November, bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dalam liturgi gereja.
Acara peresmian rencananya akan dihadiri oleh para tokoh agama dan tokoh gereja, serta ditahbiskan secara langsung oleh Uskup Jayapura.
Bupati Gusbager juga mengajak seluruh masyarakat Keerom untuk memberikan dukungan doa agar sisa pekerjaan dapat berjalan lancar hingga hari penahbisan. (*).
Editor : Abdel Gamel Naser