Tingkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T, Pemkab Keerom Salurkan Insentif Tambahan Tenaga Pendidik

Erianto Pasae • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 10:10 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyalurkan insentif tambahan penghasilan bagi guru di SMPN 1 Senggi pada Senin (31/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyalurkan insentif tambahan penghasilan bagi guru di SMPN 1 Senggi pada Senin (31/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager menyalurkan dana untuk insentif tambahan penghasilan bagi guru dan tenaga pendidik yang bertugas di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus mendongkrak mutu pendidikan di kawasan perbatasan.

Penyaluran insentif tahun ini difokuskan pada tujuh distrik prioritas yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Ketujuh distrik tersebut meliputi Distrik Senggi, Waris, Web, Yafi, Keisnar, Towe, dan Arso Timur. Penyaluran dipusatkan di SMPN 1 Senggi pada Senin (31/8/2026).

"Sore hari ini saya menyalurkan insentif khusus bagi guru-guru di wilayah 3T di Kabupaten Keerom. Ini juga wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Papua Nugini," ungkap Bupati Gusbager, usai menyalurkan insentif.

Bupati dua periode itu menjelaskan bahwa alokasi dana yang mereka salurkan wujud nyata dari visi dan misi Pemkab Keerom.

Ia berjanji pemerintah akan melakukan evaluasi setiap tahun sehingga besaran insentif berpeluang meningkat di tahun selanjutnya.

Seiring dengan perbaikan kesejahteraan tersebut, Bupati Gusbager juga memberikan penekanan kuat pada kedisiplinan para tenaga pendidik. Ia meminta agar kondisi daerah tidak lagi dijadikan alasan bagi guru untuk meninggalkan tempat tugas.

"Saya minta fokus, disiplin, dan loyal kepada tugas. Apapun keadaannya, itu tidak menjadi alasan untuk tidak berada di tempat. Layani anak didik dengan baik, karena masa depan bangsa dan masa depan Papua ada di tangan kalian para guru," tegasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menyadari masalah pendidikan di Keerom tidak selesai hanya dengan pemberian insentif. Pemerintah saat ini tengah menginventarisasi berbagai persoalan sistem pendidikan di wilayahnya, termasuk fasilitas penunjang seperti rumah dinas dan sarana transportasi.

"Kesejahteraan guru menjadi salah satu elemen penting yang sedang kita benahi. Tugas kami di pemerintahan adalah memastikan sarana pendukung untuk guru tersedia di sana. Kami berkomitmen untuk terus membenahi situasi ini dari waktu ke waktu," ujarnya.

Selain menyoroti kinerja guru, Bupati Piter juga memberikan peringatan tegas kepada para orang tua siswa. Ia melarang keras kebiasaan orang tua yang membawa anak-anak mereka bekerja atau pergi ke hutan pada saat jam belajar mengajar berlangsung.

"Jangan sampai ada anak-anak yang di jam sekolah justru berada di dusun, atau ada di tempat pendulangan emas dengan alasan apapun. Bupati melarang orang tua meminta izin berminggu-minggu karena alasan anak ikut ke dusun. Tidak! Anak harus ada di sekolah selama masa sekolah," tutup Gusbager. (*)

Editor : Agung Trihandono
KEEROM Piter Gusbager