Kenalkan OSS Sejak Dini, DPMPTSP Jayapura Gelar Lomba Mewarnai untuk 200 Anak

Rohana Wenggi • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Antusias anak-anak TK dan SD saat mengikuti lomba mewarnai yang digelar DPMPTSP Kabupaten Jayapura, di Grand Papua Hotel, Sabtu (22/8/2026. (CEPOSONLINE.COM/ROHANA WENGGI)
Antusias anak-anak TK dan SD saat mengikuti lomba mewarnai yang digelar DPMPTSP Kabupaten Jayapura, di Grand Papua Hotel, Sabtu (22/8/2026. (CEPOSONLINE.COM/ROHANA WENGGI)

CEPOSONLINE.COM, SENTANI – Untuk mengenalkan pelayanan perizinan kepada masyarakat tidak harus dimulai dari orang dewasa. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura memilih cara kreatif dengan memperkenalkan logo Online Single Submission (OSS) kepada anak-anak melalui lomba mewarnai.

 

Kegiatan yang digelar DPMPTSP Kabupaten Jayapura tersebut diikuti 200 peserta, terdiri dari 100 anak tingkat taman kanak-kanak (TK) dan 100 anak sekolah dasar (SD).

 

Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan lomba tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus upaya memperkenalkan OSS sebagai sistem pelayanan perizinan kepada anak-anak sejak usia dini.

 

“Tujuannya pertama sebagai sarana edukasi untuk pengenalan logo OSS sebagai logo pelayanan perizinan kepada usia dini dan juga orang tua,” ujar Gustaf, Sabtu (22/8/2026).

 

Tidak hanya lomba mewarnai, kegiatan tersebut juga dikemas dengan berbagai layanan dan edukasi. DPMPTSP menggandeng sejumlah mitra, termasuk Bank Papua, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Bursa Efek Indonesia serta Telkomsel.

 

Melalui kerja sama dengan Bank Papua, seluruh peserta lomba mendapatkan fasilitas pembukaan rekening Tabungan Pelajar. Sementara bagi peserta yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), DPMPTSP juga menggandeng Dukcapil untuk membantu proses penerbitannya di lokasi kegiatan.

 

“Kami buka untuk semua 200 peserta. Masing-masing dibukakan rekening Tabungan Pelajar bekerja sama dengan Bank Papua. Ada juga peserta yang belum memiliki KIA, sehingga kami gandeng Dukcapil untuk membantu mereka,” jelas Gustaf.(*)

Editor : Agung Trihandono
Jayapura dinas penanaman modal