Peluncuran Smart City, ABR: Bangun Kota Jayapura dengan Data, Bukan Asumsi

Mustakim Ali • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 21:18 WIB
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, didampingi Wakil Wali Kota Rustan Saru saat peluncuran aplikasi Smart City di Aula GSG kantor wali kota, Jumat (31/7/2026).(Ceposonline.com/ Takim)
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, didampingi Wakil Wali Kota Rustan Saru saat peluncuran aplikasi Smart City di Aula GSG kantor wali kota, Jumat (31/7/2026).(Ceposonline.com/ Takim)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura resmi meluncurkan aplikasi Smart City sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital dan data. Melalui aplikasi ini, setiap kebijakan pembangunan diharapkan tidak lagi disusun berdasarkan asumsi, melainkan berlandaskan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Peluncuran aplikasi Smart City dilakukan langsung oleh Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, didampingi Wakil Wali Kota Rustan Saru, di Aula Gedung Serbaguna (GSG) Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (31/7/2026).

 

Abisai mengatakan Smart City merupakan salah satu instrumen penting untuk mewujudkan pemerintahan yang modern, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

"Smart City sebenarnya sudah dirancang sejak lama. Hari ini kita meluncurkan aplikasinya agar dapat digunakan dengan baik. Semua data nanti dirangkum oleh Dinas Kominfo bersama seluruh OPD sehingga setiap pembangunan yang dilakukan benar-benar berdasarkan data, bukan berdasarkan asumsi," ujar Abisai.

 

Ia menegaskan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus mulai membangun budaya kerja yang berbasis data. Menurutnya, setiap keputusan pembangunan harus didukung informasi yang valid sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.

 

"Jangan kita hanya berbicara tanpa data. Apa pun yang kita bangun harus memiliki dasar yang jelas. Karena itu saya berharap seluruh OPD mulai bekerja menggunakan sistem ini agar Kota Jayapura benar-benar menjadi kota yang dibangun dengan data," tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jayapura, Dionisius J.A. Deda, menjelaskan aplikasi yang diberi nama JISOO tersebut merupakan bagian dari program besar pengembangan Smart City Kota Jayapura.

 

Menurutnya, aplikasi ini memiliki tiga fitur utama. Pertama, sistem pemantauan isu kewilayahan yang mampu membaca berbagai percakapan dan sentimen masyarakat di media sosial secara real time. Seluruh informasi tersebut kemudian dirangkum menjadi Executive Summary yang dapat digunakan Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda sebagai bahan evaluasi serta pengambilan keputusan.

 

"Jadi bukan sekadar membaca media sosial, tetapi sistem mengolahnya menjadi informasi yang membantu kepala daerah mengetahui persoalan yang berkembang di masyarakat secara real time," jelas Dionisius.

 

Fitur kedua adalah dashboard data terpadu yang mengintegrasikan berbagai data OPD, mulai dari data pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perumahan, sosial, inflasi hingga stunting. Seluruh data akan ditampilkan dalam satu dashboard sehingga memudahkan pimpinan daerah memantau perkembangan program di setiap OPD.

 

Sedangkan fitur ketiga adalah layanan pengaduan masyarakat yang akan mengintegrasikan berbagai kanal pengaduan, seperti program Torang Tanya, Wali Kota Jawab, SP4N-LAPOR, dan Call Center 112 ke dalam satu sistem.

 

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat nantinya cukup menggunakan satu platform untuk menyampaikan keluhan maupun aspirasi. Setiap laporan juga dapat dipantau proses penanganannya hingga selesai.

 

"Harapan kami masyarakat semakin mudah menyampaikan aspirasi dari rumah, sementara pemerintah juga lebih cepat merespons setiap aduan yang masuk," katanya.

 

Dionisius menambahkan, saat ini Smart City masih difokuskan untuk kebutuhan internal pemerintah. Proses integrasi data dari seluruh OPD masih terus dilakukan, termasuk pendataan di 14 kampung sesuai arahan Wali Kota Jayapura.

 

Selain itu, Dinas Kominfo juga berkoordinasi dengan Telkom Regional Papua untuk meningkatkan kualitas jaringan internet sebagai penunjang utama layanan Smart City.

 

"Kami menargetkan akhir tahun seluruh aplikasi yang ada di masing-masing OPD sudah terintegrasi ke dalam satu dashboard. Setelah seluruh data rampung, layanan ini juga akan dibuka untuk masyarakat," pungkasnya.

 

Peluncuran Smart City menjadi salah satu tonggak transformasi digital Pemerintah Kota Jayapura. Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap proses perencanaan, pelayanan publik, hingga pengambilan kebijakan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, transparan, dan berbasis data demi mewujudkan pembangunan Kota Jayapura yang semakin maju.(*)

Editor : Weny Firmansyah
Ceposonline.com smart city kota jayapura