Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Angka Putus Sekolah di Kota Jayapura Capai 2,5 Persen, Dinas Pendidikan Ungkap Faktor Penyebabnya

Yohanes Palen • Kamis, 4 Juni 2026 | 12:54 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena saat berbincang dengan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo. (CEPOSONLINW.COM/HANS PALEN).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena saat berbincang dengan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo. (CEPOSONLINW.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Dinas Pendidikan Kota Jayapura mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, sekolah, yayasan hingga pemerintah, untuk bersama-sama memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan karakter dan pendidikan anak guna menekan angka putus sekolah yang masih tergolong tinggi.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kondisi mental yang baik.

 

"Kalau karakter anak tidak mendapat perhatian serius dari keluarga, tentu ini menjadi persoalan,"ucap Rocky Bebena.

 

Kata Rocky Bebena bahwa, bagaimanapun juga prestasi dan kemajuan seorang anak sangat ditentukan oleh karakternya.

 

"Banyak anak yang secara akademik bagus, tetapi belum tentu memiliki kesiapan mental yang baik,"ujarnya.

 

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

 

Menurut Rocky Bebena, angka putus sekolah di Kota Jayapura saat ini masih tinggi berada di kisaran 3m2,5 persen.

 

Pemerintah berharap angka tersebut dapat terus ditekan sepanjang tahun 2026 melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kualitas pendidikan.

 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa agar mereka tetap termotivasi untuk melanjutkan pendidikan.

 

Ia menyebutkan berbagai faktor menjadi penyebab tingginya angka putus sekolah di Kota Jayapura saat ini.

 

Ada yang disebabkan kondisi ekonomi keluarga, masalah dalam rumah tangga, kurangnya perhatian orang tua, hingga lingkungan yang tidak mendukung proses belajar anak itu sendiri.

 

Rocky menilai masih ada sebagian keluarga yang belum memberikan perhatian maksimal terhadap pendidikan anak, sehingga berpengaruh pada keberlanjutan pendidikan mereka.

 

Untuk itu, Dinas Pendidikan Kota Jayapura mengajak seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, agar bersama-sama memberikan perhatian kepada siswa yang berpotensi putus sekolah.

 

Rocky juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jayapura telah menerbitkan surat edaran Wali Kota terkait pembebasan biaya pendidikan di sekolah negeri.

 

"Sudah ada surat edaran Wali Kota mengenai pembebasan biaya sekolah, baik biaya masuk, kenaikan kelas maupun pengambilan ijazah. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang terhambat bersekolah karena alasan biaya,"tegasnya.

 

Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Jayapura juga telah menggelar pertemuan dengan seluruh yayasan pendidikan di Kota Jayapura guna menyamakan komitmen dalam mendukung akses pendidikan bagi seluruh anak.

 

"Beberapa waktu lalu kami sudah rapat bersama seluruh yayasan di Kota Jayapura. Harapannya, semua pihak bisa bergerak bersama agar semakin banyak anak tetap bertahan di bangku sekolah dan memperoleh pendidikan yang layak," pungkasnya. (*).

 

Editor : Yohanes Palen
#Ceposonline.com #kota jayapura #Abisai Rollo