Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Tanam Padi Perdana, Pemkot Jayapura Siapkan Muara Tami Jadi Lumbung Pangan

Yohanes Palen • 2026-02-19 15:55:31
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat melakukan tanam padi perdana dipersawahan Koya Timur, Kamis (19/2/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKOT).
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo saat melakukan tanam padi perdana dipersawahan Koya Timur, Kamis (19/2/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKOT).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura resmi memulai penanaman padi perdana di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang berlokasi di Jalan Bendungan Tami, Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kamis (19/2/2026).

 

Kegiatan ini menjadi langkah awal menjadikan Muara Tami sebagai lumbung pangan Kota Jayapura.

 

Penanaman dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, bersama Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, serta didampingi para petani setempat.

 

Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Cetak Sawah Rakyat yang digagas pemerintah pusat dalam rangka memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

 

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura telah betkomitmen untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan daerah. 

 

"Hari ini kita sudah mulai tanam padi perdana. Dari total 100 hektare lahan yang disiapkan, sekitar 25 hektare telah ditanami dan sisanya akan dilanjutkan secara bertahap oleh para petani,"ucap Abisai Rollo.

 

Menurutnya, kawasan Koya Timur dan Koya Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas hingga mencapai 500 hektare di masa mendatang, melalui koordinasi dengan masyarakat pemilik lahan.

 

“Distrik Muara Tami kita dorong menjadi lumbung ketahanan pangan Kota Jayapura. Tidak hanya padi, tetapi juga jagung dan komoditas pangan lainnya,"kata pria yang biasa disapa ABR ini.

 

ABR menjelaskan, penanaman padi ini dilakukan dengan dua metode, yakni menggunakan mesin tanam modern serta secara manual oleh petani. 

 

Ia menyebutkan, kolaborasi ini menjadi simbol sinergi antara teknologi pertanian dan semangat kerja masyarakat lokal.

 

Ia berharap melalui program cetak sawah rakyat ini, Pemerintah Kota Jayapura berharap produksi beras lokal meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

 

Ditempat sama, Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura dan para petani yang terlibat aktif menyukseskan program tersebut.

 

Ia mengungkapkan, pada 2025 pemerintah pusat mengalokasikan sekitar 4.000 hektare lahan cetak sawah di Provinsi Papua, dengan Kota Jayapura memperoleh jatah 100 hektare yang seluruhnya berada di Distrik Muara Tami.

 

“Program ini selaras dengan kebijakan Presiden dan sejalan dengan arah pembangunan provinsi maupun kota. Kami berharap pendampingan tidak hanya saat tanam, tetapi hingga pemeliharaan dan masa panen,”tutup Wagub. (*).

Editor : Elfira Halifa
#Jopalala #kota jayapura #Abisai Rollo #Cetak Sawah Rakyat