Polisi Temukan 10 Selongsong Peluru Usai Rentetan Tembakan di Polsek Asologaima

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:34 WIB
Tim gabungan yang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa, 18 Agustus 2026, (Foto: Istimewa). 
Tim gabungan yang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa, 18 Agustus 2026, (Foto: Istimewa). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Satuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya mengusut insiden rentetan tembakan yang mengarah ke Polsek Asologaima, Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya. Peristiwa penembakan terjadi pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin pagi, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00 WIT.

Tepat saat peringatan kemerdekaan berlangsung, terdengar sedikitnya 10 kali suara tembakan beruntun di sekitar markas Polsek. Personel gabungan dari Polsek Asologaima, BKO Brimob, serta tim Satgas Damai Cartenz Pos Wamena langsung meningkatkan siaga penuh dan melakukan penyisiran ke sumber suara.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, tim gabungan yang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa, 18 Agustus 2026, menemukan sejumlah barang bukti krusial di lokasi asal tembakan.

"Dari hasil olah TKP tersebut, petugas menemukan jejak kaki serta 10 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik asal tembakan," kata Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026). 

Faizal menegaskan bahwa langkah cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan aparat dan masyarakat di tengah suasana hari kemerdekaan.

“Kami memastikan personel di lapangan telah mengambil langkah cepat dan terukur setelah menerima informasi adanya gangguan tembakan. Yang menjadi perhatian utama adalah memastikan keamanan masyarakat dan personel. Dari hasil pengecekan, tidak terdapat korban maupun kerugian materiel pada Polsek Asologaima,” ujar Faizal.

Penyelidikan kini berfokus pada pendalaman temuan selongsong peluru dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap pelaku di balik aksi teror tersebut.

“Kami terus melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan yang diperoleh di lapangan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, karena proses penyelidikan masih berlangsung,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menjelaskan bahwa penyusuran dan pengamanan di wilayah Asologaima diperketat untuk mencegah potensi serangan susulan.

“Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026 memberikan dukungan pengamanan dalam proses olah TKP yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Jayawijaya. Temuan di lapangan selanjutnya menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara lebih jelas,” jelas Adarma.

Ia menambahkan, aparat mengedepankan pendekatan proporsional agar mobilitas warga tetap berjalan kondusif.

“Kami tetap mengedepankan langkah yang terukur dan tidak ingin masyarakat merasa terganggu. Kehadiran personel ditujukan untuk memastikan keamanan sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya gangguan susulan,” katanya.

Pasca-insiden tersebut, aktivitas masyarakat di Distrik Asologaima dilaporkan telah kembali normal. Satgas Damai Cartenz bersama jajaran Polres Jayawijaya terus menyiagakan personel untuk menjaga kondusivitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
Jayawijaya Ceposonline.com