CEPOSONLINE.COM,WAMENA - Harga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin tak masuk akal, Sebab bukannya turun dari harga harga Rp 125000 per 5 liter malah ada yang ditemukan menaikkan harga hingga mencapai Rp 130.000 per 5 liter. Rabu (6/5/2026).
Tingginya harga ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat sebab minyak tanah merupakan prodak bersubdisi dari pemerintah dan tak pernah menjadi prodak industri sejak dulu hingga saat ini, namun untuk harga yang diterapkan para pedagang pengecer ini sangat jauh dari Harga Enceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Dari data yang dihimpun media ini, Mitan ini dari Pertamina disalurkan melalui dua agen penyalur Wira Sembada Rama dan Sinta, sementara dari agen tersebut disalurkan lagi 312 Pangkalan yang ada di Jayawijaya dengan harga Rp 3200 per liter dan dari pangkalan itu harus menyalurkan kepada masyarakat dengan harga Rp 4000 per liter.
"Jadi dari PT Wira Sembada Rama memiliki 188 pangkalan, dan Sinta memiliki 124 pangkalan. Untuk jumlah kuota yang pada masing -masing pangkalan itu tergantung dari data kepala keluarga yang terdaftar sehingga kuota untuk 1 keluarga itu dijatah 10 liter dengan harga Rp 4000 per liter,"ungkap Branch Manager Pertamina Papua Pegunungan Andre Hausan.
Bahkan Andre juga menyarankan kepada masyarakat untuk melaporkan pangkalan yang menaikan harga sepihak atau tidak menyalurkan BBM sesuai jumlah kuota yang telah ditentukan kepada masyarakat lewat nomor pengaduan yang telah di pajang di setiap pangkalan.
Sementara dari harga HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan jumlah kuota yang diterima masyarakat nampaknya tak seimbang, sebab banyak warga yang mengaku terkadang hanya mendapatkan hatah mitan di pangkalan itu 5-7 liter per KK, sedangkan harga yang diterapkan juga berfariatif mulai dari Rp 5000-7500 Per liter.
"Kami selalu mendapatkan jatah mitan itu hanya 5 liter di pangkalan dengan harga Rp 7500 per liter, ironisnya terkadang kami juga tidak pernah mendapatkan informasi apabila ada mitan yang masuk dari pangkalan namun ketika di cek mitan tersebut sudah habis," jelas Adi salah satu warga kota Wamena
Jatah Mitan yang kurang dari pangkalan kepada masyarakat ini memicu warga harus mencari bahan bakar tersebut ke beberapa kios -kios pengecer yang menjual mintan dengan harga yang sangat jauh dari harga HET hingga mencapai Rp 1250000-130000 per 5 liter. (*)
Editor : Lucky Ireeuw