CEPOSONLINE.COM, WAMENA - Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup besar hingga memberlakukan pembatasan barang cargo sampai dengan tanggal 6 Mey dan difokuskan untuk mengangkut kebutuhan BBM selama beberapa hari ini. Rabu (29/4/2026).
Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri membenarkan adanya surat edaran yang dikeluarkan Trigana Air Servis untuk pembatasan penerimaan barang cargo sementara sampai 6 Mey mendatang, hal ini disebabkan dari dampak kenaikan harga Avtur membuat Aviasi Trigana itu menjalankan dengan melakukan efisiensi terhadap biaya operasional yang cukup besar.
"Biaya operasional kita untuk avtur sendiri per hari bisa mencapai Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 Miliar boleh dikatakan ini biaya yang cukup besar dan tidak bisa ditunda serta harus dibayar tunai, dengan perhitungan ini bagaimana kita bisa mengelola penerbangan kita itu secara efisien,"ungkapnya di Bandara Wamena
Aviasi Trigana harus membuat kebijakan seperti ini agar antara operasional dengan pendapatan itu sebisa mungkin jangan membuat Trigana merugi yang bisa membuat perusahaan ini tak bisa bertahan lama, sehingga pembatasan ini dilakukan hanya untuk efisiensi operasional.
"Kita tidak bisa mengabaikan kenaikan avtur ini, sedangkan untuk surat edaran itu memang disitu ditulis tanggal 6 Mey, namun mungkin hari seni atau selasa sebelum tanggal yang ditentukan kita sudah normal kembali,"kata Michael.
Michael juga mengaku untuk penyesuaian harga angkutan kepada Bulog dan Pertamina sudah diajukan dan baru mendapat jawaban dari Bulog sedangkan dari Pertamina belum mendapat jawaban, Trigana harus melakukan penyesuaian harga seperti ini sebab harga avtur untuk sehari saja sudah milyaran.
"Ini bukan biaya yang sedikit sehingga memang perlu kita hitung -hitungan operasional dalam sehari, dan berapa yang dimuat, kita harus menghitung batas keuntungan dan kerugian sehingga ini bukan keentingan atau menyusahkan masyarakat, tak seperti itu,"beber manager Trigana Air Service Wamena. (*)
Editor : Lucky Ireeuw