Negara ini Dilanda Kekeringan Parah, Danau dan Sungai Mulai Mengering

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:55 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Ancaman kekeringan ekstrem dan gelombang panas akibat perubahan iklim saat ini sedang menghantam Hungaria secara serius.


Permukaan air di berbagai danau dan sungai di Hungaria menyusut hingga menyentuh level terendah dalam sejarah. 


Kondisi ini kian memburuk akibat sistem pengelolaan air masa lalu yang sengaja merancang saluran untuk membuang air hujan dari lahan pertanian dan pemukiman ke luar wilayah.


Dilansir dari radarbogor.jawapos.com, melalui Associated Press, sekitar 99% wilayah Hungaria saat ini berada dalam kondisi kekeringan parah hingga ekstrem.


Salah satu dampak paling drastis terlihat di Danau Velence, danau terbesar ketiga di Hungaria, di mana kedalaman airnya merosot hingga menyisakan sekitar 20 sentimeter dari batas normal bulan Agustus sebesar 150 sentimeter.


Selain itu, Danau Garancsi kini mengering total hingga dasar tanahnya retak-retak, sementara penyusutan Sungai Danube mengancam operasional Paks, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di Hungaria.


*Warisan Kanal Pembuangan dan Risiko Gurunisasi*

Penyebab krisis ini tidak hanya dipicu oleh minimnya curah hujan, melainkan dampak jangka panjang dari infrastruktur pembuangan air yang dibangun selama dua abad terakhir.


Hungaria memiliki jaringan kanal pembuangan sepanjang lebih dari 40.000 kilometer yang dirancang untuk mengalirkan air secepat mungkin demi area pertanian. 


Kebijakan ini telah menghilangkan lebih dari 80% wilayah lahan basah alami Hungaria, yang menyebabkan penurunan permukaan air tanah secara drastis serta mempercepat proses gurunisasi di wilayah dataran rendah.

 

*Perubahan Strategi Pengelolaan Air Nasional*

Menghadapi situasi kritis ini, pemerintah Hungaria mulai mengubah arah kebijakan pengelolaan air dengan memprioritaskan penampungan atau retensi air ketimbang pembuangan.


Selain berfokus pada pemulihan ekosistem air alami, pemerintah juga mulai membenahi infrastruktur pipa air minum yang bocor hingga 20–25% setiap tahunnya.


Penanganan darurat juga dilakukan di kawasan Sungai Danube demi memastikan pasokan air pendingin untuk pembangkit listrik Paks tetap aman di tengah lonjakan suhu udara ekstrem. (*)

Editor : Weny Firmansyah
kekeringan