Asteroid 2026 JH2 Lewat Sangat Dekat Bumi Hari Ini, Hanya 90.000 Km, Tak Ada Bahaya, Tapi Bikin Heboh
Weny Firmansyah• Senin, 13 Juli 2026 | 05:29 WIB
Ilustrasi. (AI)
CEPOS ONLINE.COM, JAYAPURA– Sebuah asteroid baru ditemukan bernama 2026 JH2 akan melintas sangat dekat dengan Bumi pada Senin, 18 Mei 2026.Dikutip dari radarjogja.jawapos.com, jarak terdekatnya hanya sekitar 56.000 mil atau 90.000 kilometer dari permukaan Bumi — sekitar seperempat jarak Bumi ke Bulan.Asteroid ini ditemukan pada 10 Mei 2026 oleh Mount Lemmon Survey di Arizona, Amerika Serikat, sehingga hanya tersisa beberapa hari sebelum mendekati Bumi.Meski jaraknya tergolong ekstrem, NASA dan para ahli menegaskan tidak ada risiko tabrakan sama sekaliMenurut data NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), asteroid tipe Apollo ini berdiameter sekitar 15-35 meter (50-115 kaki), setara ukuran bus sekolah atau paus biruKecepatannya mencapai sekitar 20.000 mil per jam (32.000 km/jam).Puncak pendekatan diperkirakan terjadi sekira pukul 21:23 UTC atau sekitar pukul 06:23 WIT (selisih waktu tergantung zona). Meski tidak terlihat dengan mata telanjang, asteroid ini akan mencapai kecerahan magnitudo +11,5, sehingga bisa diamati menggunakan teleskop kecil.Posisinya berada di dekat rasi Leo saat mendekati Bumi.Proyek Virtual Telescope dijadwalkan melakukan siaran langsung (livestream) pengamatan flyby ini, memberikan kesempatan bagi masyarakat dunia untuk menyaksikannya secara real-time.Berita ini menjadi viral di media sosial karena asteroid ditemukan hanya beberapa hari sebelum flyby.Banyak netizen bertanya-tanya tentang sistem pemantauan asteroid kecil yang mendekati Bumi.Namun, para astronom menjelaskan bahwa objek seukuran ini sering terdeteksi mendadak, dan sistem seperti yang dimiliki NASA terus memantau jutaan asteroid di Tata Surya.Untuk perbandingan, asteroid ini jauh lebih kecil daripada Apophis yang akan mendekat pada 2029, dan tidak seberbahaya meteor Chelyabinsk 2013 yang meledak di atmosfer.Tidak ada ancaman bagi Indonesia maupun dunia. Flyby ini justru menjadi kesempatan langka bagi astronom amatir dan profesional untuk mempelajari objek dekat Bumi. (*) Editor : Weny Firmansyah