Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Ratusan Warga Intan Jaya Arak Jenazah Ibu Hamil dan Bayinya yang Meninggal dalam Kontak Tembak

Theresia F. Tekege • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:04 WIB
Ratusan warga mengantar jenazah Melkiana Duwitau bersama bayi laki-lakinya menuju rumah duka setelah keduanya meninggal dunia akibat insiden kontak tembak yang terjadi di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (3/7/2026).(CEPOSONLINE.COM/DOKUMEN).
Ratusan warga mengantar jenazah Melkiana Duwitau bersama bayi laki-lakinya menuju rumah duka setelah keduanya meninggal dunia akibat insiden kontak tembak yang terjadi di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (3/7/2026).(CEPOSONLINE.COM/DOKUMEN).

CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Suasana duka menyelimuti Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan, Jumat (3/7/2026).

Ratusan warga mengantar jenazah Melkiana Duwitau bersama bayi laki-lakinya menuju rumah duka setelah keduanya meninggal dunia akibat insiden kontak tembak yang terjadi di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa.

Prosesi penghormatan terakhir dimulai dari RSUD Intan Jaya. Sebelum dibawa ke rumah duka, kedua jenazah diarak mengelilingi Kota Sugapa sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa dari masyarakat.

Sepanjang perjalanan, warga berjalan kaki mengiringi jenazah sambil membawa pamflet bergambar Melkiana dan bayi yang dikandungnya. Arak-arakan tersebut diiringi doa dan rasa duka atas kepergian ibu dan anak tersebut.

Melkiana menjadi korban dalam insiden kontak tembak antara TNI dan TPNPB yang terjadi di Kampung Wandoga, Kamis (2/7/2026) malam.

Setelah dipastikan meninggal dunia, tim medis sempat melakukan operasi untuk menyelamatkan bayi yang masih berada dalam kandungannya. Namun, bayi laki-laki tersebut juga dinyatakan meninggal dunia.

Anggota Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya, Naftali Maisini, mengatakan arak-arakan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir dari masyarakat kepada korban.

Menurut Naftali, prosesi berlangsung mulai pukul 11:40 WIT hingga sekira pukul 13:00 WIT sebelum jenazah dibawa ke rumah duka di Kampung Wabowagapa, Desa Wandoga, untuk disemayamkan bersama keluarga.

"Ratusan masyarakat mengarak dua jenazah mengelilingi Kota Sugapa. Setelah itu jenazah dibawa ke rumah duka," ujar Naftali.

Arak-arakan tersebut menjadi potret duka yang mendalam bagi masyarakat Intan Jaya. Kehadiran ratusan warga yang turut mengiringi perjalanan terakhir Melkiana dan bayinya.

Di tengah prosesi itu, masyarakat juga menyampaikan harapan agar tidak ada lagi warga sipil yang menjadi korban dalam konflik bersenjata yang masih berlangsung di wilayah Intan Jaya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#sugapa #INTAN JAYA