Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Kepala Daerah di Daerah Konflik Bekerja di Tengah Keterbatasan, Presiden Harus Beri Solusi

Theresia F. Tekege • Senin, 20 April 2026 - 22:17 WIB
Ketua Pokja Khusus DPR Intan Jaya, Bartolomeus Mirip saat memberikan keterangan di Cafe Gemini Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 
Ketua Pokja Khusus DPR Intan Jaya, Bartolomeus Mirip saat memberikan keterangan di Cafe Gemini Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Dewan perwakilan Daerah Kabupaten (DPRK) Intan Jaya melalui Ketua Pokja Khusus DPRK Intan Jaya, Bartolomeus Mirip, menegaskan bahwa para kepala daerah di wilayah konflik Papua Tengah telah bekerja maksimal di tengah keterbatasan dan situasi keamanan yang tidak kondusif.

 

 Namun, di balik upaya tersebut, ia mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera menghadirkan solusi konkret dan menyeluruh guna mengakhiri konflik berkepanjangan serta menjawab persoalan pengungsi dan pelayanan dasar masyarakat di Tanah Papua.

 

Bartolomeus menyampaikan apresiasi kepada sejumlah kepala daerah di wilayah konflik yang dinilainya tetap berjuang melayani masyarakat di tengah situasi sulit.

 

“Saya mau apresiasi bupati dan wakil bupati di daerah konflik, khususnya Bupati Dogiyai, Bupati Intan Jaya, Bupati Puncak, dan Bupati Puncak Jaya yang sejauh ini berjuang keras untuk menangani dan melayani masyarakat di tengah situasi yang kurang kondusif,” ujarnya kepada media, Senin, (20/4/2026)

 

Ia menegaskan bahwa para kepala daerah memiliki niat besar untuk membangun daerahnya, namun terkendala oleh kondisi keamanan yang tidak memungkinkan.

 

“Niat mereka sangat besar untuk membangun kabupaten-kabupaten ini, tetapi kondisi keamanan membuat mereka harus bergerak pelan-pelan. Bukan mereka tidak punya hati untuk membangun, tapi karena situasi yang mereka hadapi tidak memungkinkan,” katanya.

 

Bartolomeus juga memberikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah yang dinilai berani turun langsung ke lapangan saat terjadi peristiwa di Kabupaten Puncak pada jumat pekan lalu.

 

“Pada saat kejadian terakhir di Kabupaten Puncak, Gubernur dan wakil gubernur berani turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan. Itu satu keberhasilan, satu gebrakan, dan satu usaha keras,” ucapnya.

 

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemimpin daerah untuk menjangkau masyarakat, termasuk masyarakat yang mengungsi akibat konflik.

 

“Sampai dengan hari ini data pengungsi di Papua Tengah masih mengambang, belum jelas. Padahal setiap kali kejadian, kita melihat sendiri masyarakat meninggalkan rumah, kebun, dan harta mereka untuk mengungsi, baik ke hutan maupun ke daerah lain,” ungkapnya.

 

Ia mendorong agar pemerintah daerah dan seluruh elemen terkait duduk bersama untuk mencari solusi menyeluruh atas persoalan yang terjadi.

 

“Langkah yang harus ditempuh adalah mengumpulkan semua pihak, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPR, TNI-Polri, tokoh agama, maupun LSM untuk duduk bersama dan berbicara mencari solusi,” tegasnya.

 

Bartolomeus juga menilai bahwa pendekatan penyelesaian persoalan Papua selama ini belum memberikan hasil yang menyeluruh.

 

“Selama ini persoalan selalu dibawa ke pusat, tetapi belum pernah diselesaikan secara menyeluruh. Ini harus menjadi pelajaran untuk menentukan langkah ke depan,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa Presiden memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat Papua.

 

“Presiden itu ibarat kepala rumah tangga. Dia tahu kesulitan rakyatnya dan harus mencari jalan keluar terbaik. Sekarang waktunya Presiden memberikan solusi terbaik untuk Tanah Papua dan manusia Papua,” ujarnya.

 

Bartolomeus berharap agar masyarakat Papua dapat hidup aman dan sejahtera di tanah mereka sendiri.

 

“Kami ingin hidup tenang di tanah leluhur kami, menikmati apa yang Tuhan berikan. Itu harapan kami masyarakat Papua,” tutupnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
#Papua Tengah #Intan Jaya Papua