CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Kabar duka datang dari insdustri perfilman Indonesia.
Aktor legendaris Indonesia, Ray Sahetapy, meninggal dunia di usianya yang ke-68.
Ray meninggal pada 1 Maret 2025.
Kabar duka ini disampaikan oleh putranya, Surya Sahetapy.
Belum diketahui apa penyebab kematiannya.
Namun pada tahun 2023, Ray sempat mengalami serangan stroke dan sedang menjalani masa pemulihan.
Prestasi aktor Ray Sahetapy tidak diragukan lagi.
Berkat aktingnya yang memukau di film The Raid, 2011 silam, Ray Sahetapy mendapat tawaran untuk bergabung dalam film Holywood.
Sutradara film Captain Amerika Civil War kagum dengan cara utama Ray Sahetapy dalam film tersebut.
Tawaran yang didapat Ray Sahetapy tidak nanggung-nanggung lagi, ia diajak bergabung ke salah satu film produksi Marvel.
Meski sempat menolak, Ray Sahetapy menerima tawaran ini karena kesempatan luar biasa yang ia dapatkan dari tawaran tersebut.
Bergabungnya Ray Sahetapy dalam Captain Amerika memang sempat diragukan oleh para penggemar film Marvel.
Namun kemunculan video cuplikan adegannya sudah sangat membuktikan peran aktor The Raid ini.
Dalam film Civil War, Ray Sahetapy berperan sebagai juru lelang atau sebagai pemimpin lelang. Meski adegan Ray Sahetapy dalam film ini tidak jadi ditayangkan, film Civil War yang lengkap dengan adegan Ray Sahetapy diunggah dalam versi BlueRay dan unduhan digital.
Ray Sahetapy yang berlaga sebagai pemimpin lelang cukup memukau dengan adegannya yang menggunakan bahasa Indonesia dan menampilkan beberapa orang Indonesia yang berpakaian khas menggunakan batik dan peci.
Di adegan ini, Ray Sahetapy beradu akting langsung dengan Baron Zemo (Daniel Bruhl) yang menjadi alasan utama Iron Man dan Captain Amerika bermusuhan dalam film.
Adegan Ray Sahetapy tidak jadi ditayangkan karena Joe Russo, sutradara film, berasumsi bahwa aksi ray Sahetapy terlalu menonjol melebihi Zemo yang mana para adegan ini dimaksudkan sebagai perkenalan awal Zemo.
Meskipun demikian, Joe Russo begitu kagum dan sangat mengapresiasi mengundang kembali Ray Sahetapy di film Marvel lainnya.
Meski tidak menjadi kesatuan utuh dalam film Civil War, potongan adegan Ray Sahetapy dimuat dalam Infinity Saga Collector's Edition yang berisi box set rangkuman film MCU dari Iron Man tahun 2008 hingga Spider Man: Far From Home tahun 2019.
Kepiawaian Ray Sahetapy dalam memainkan film hingga film sekelas Marvel ini bisa menjadi bukti bahwa akting para aktor Indonesia dapat disandingkan dengan para aktor Holywood lainnya.
Membitangi 70 Film
Ya, bakat akting aktor The Raid ini sudah tidak bisa Anda ragukan lagi.
Semua genre film, ia bantai habis. Meski sudah menyentuh usia kepala enam, kemampuan akting Ray Sahetapy tidak tergerus zaman.
Ia masih aktif membintangi film-film baru saat ini.
Berawal dari tahun 1980, aktor The Raid ini membintangi lebih dari 70 judul film.
Ketika dunia perfilman sempat mati suri tahun 1990-an karena kalah dengan sinetron, Ray terlibat dalam beberapa judul film seperti “Jangan Bilang Siapa-siapa”, “Nona Manis”, dan yang lainnya. Dan kembali bersinar di sekitar tahun 2000-an, dengan keterlibatannya dalam film “Dunia Mereka” tahun 2006.
Aktor film InsyaAllah Sah 2 ini, juga aktif terlibat dalam Parfi 56.
Bukan hanya sebagai anggota biasa, Ray Sahetapy adalah ketuanya.
Parfi 56 (Persatuan Artis Film Indonesia) adalah asosiasi aktor yang berfungsi sebagai rumah dan wadah bagi artis film Indonesia, untuk mengembangkan potensi serta dapat berperan penting dan memberikan kontribusi bagi kemajuan perfilman nasional sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif.
Dengan gagasan nusantara, Ray bersama rekan sejawatnya Deddi Mizwar berusaha terus aktif untuk memajukan perfilman Indonesia. (*)
Editor : Gratianus Silas