CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Perum Bulog Kanwil Papua memberikan klarifikasi terkait video pekerja yang terlihat bermain-main dengan beras dan viral di media sosial. Bulog memastikan aktivitas dalam video tersebut bukan terjadi di gudang Bulog Papua dan Papua Barat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, mengatakan video berdurasi 19 detik tersebut diunggah oleh akun media sosial @Junior Zseesbekof.
Menurut Ahmad, lokasi dalam video berada di atas kapal cargo KM Sinei saat proses pembongkaran beras di Pelabuhan Jayapura.
“Ini sangat disayangkan. Namun saya ingin mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut bukan di gudang Bulog Kanwil Papua,” kata Ahmad, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, proses pembongkaran beras dari kapal Cargo yang mengakut beras. Pembongkaran tersebut telah berlangsung sekitar dua pekan.
Sementara beras yang terlihat dalam video merupakan beras sweeping, yakni sisa beras yang tercecer atau bocor selama proses bongkar muat.
Beras tersebut nantinya akan disortir untuk menentukan kondisi dan kelayakannya. Beras yang dinilai tidak layak tidak akan diterima Bulog dan menjadi tanggung jawab pihak pelaksana bongkar muat di Pelabuhan Jayapura.
Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura, Ramdan Affan Kiai Demak, turut menyayangkan beredarnya video tersebut, mengingat beras merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
Ramdan mengatakan setelah video beredar, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Bulog dan mendapatkan informasi bahwa proses bongkar muat beras telah selesai.
“Beras yang dibongkar dalam bentuk karungan. Sedangkan yang terlihat dalam video adalah beras sweeping atau beras sisa yang dikumpulkan untuk kemudian dilaporkan kepada Bulog,” jelas Ramdan.
Ia menegaskan, beras dalam video bukan merupakan beras yang dibongkar dalam bentuk curah, melainkan sisa yang dikumpulkan pekerja dalam proses pembersihan area bongkar muat.
Pelindo selanjutnya akan memberikan sosialisasi kepada para pekerja. Selain itu, pekerja yang terlibat akan diberikan teguran dan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami akan memberikan sosialisasi dan para pekerja akan diberikan sanksi berupa teguran serta pembinaan agar hal-hal seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.(*)
Editor : Agung Trihandono