Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Digitalisasi Pembayaran, Kunci UMKM Papua Naik Kelas dan Mendongkrak Ekonomi Papua

Priyadi Cepos Online • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:00 WIB
Salah satu Customer di supermarket Saga Entrop menunjukkan struk usai bertransaksi secara non tunai menggunakan QRIS Pay dalam membeli camilan Japamo produk Ririen Food, Jumat (10/7/2026), dalam mendukung digitalisasi pembayaran non tunai oleh BI Papua upaya memperluas pasar untuk mendukung kemajuan dan pertumbuhan ekonomi di Papua lebih inklusif.
(CEPOSONLINE.COM/PRIYADI).
Salah satu Customer di supermarket Saga Entrop menunjukkan struk usai bertransaksi secara non tunai menggunakan QRIS Pay dalam membeli camilan Japamo produk Ririen Food, Jumat (10/7/2026), dalam mendukung digitalisasi pembayaran non tunai oleh BI Papua upaya memperluas pasar untuk mendukung kemajuan dan pertumbuhan ekonomi di Papua lebih inklusif. (CEPOSONLINE.COM/PRIYADI).

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua terus mendorong pelaku UMKM untuk maju dan naik kelas dengan terus memanfaatkan teknologi melalui digitalisasi pembayaran sebagai langkah mendukung transaksi non tunai oleh Bank Indonesia.


Hal ini juga sudah sejalan dilakukan salah satu pelaku UMKM di Papua khususnya Kota Jayapura oleh Ririens Food yang menjual olahan produk pangan lokal Sagu.


Ririens Food merupakan UMKM asal Papua yang mengolah berbagai produk pangan berbasis bahan baku lokal. Sejak awal berdiri, perusahaan memiliki komitmen untuk mengangkat potensi pangan khas Papua agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan memanfaatkan bahan baku dari masyarakat dan petani lokal, setiap pertumbuhan usaha tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat di sekitarnya.


Perjalanan transformasi Ririens Food semakin berkembang ketika menjadi UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Papua pada tahun 2018. Pendampingan yang diberikan menjadi titik awal perubahan yang signifikan dalam pengelolaan usaha. Melalui berbagai program pembinaan, Ririens Food memperoleh pengetahuan mengenai peningkatan kualitas produk, pengembangan kemasan, penguatan merek, manajemen usaha, pemasaran, hingga strategi peningkatan daya saing agar mampu menembus pasar yang lebih luas.


Founder PT Ririens Food Indonesia Rini E. Setiani mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi banyak UMKM di Papua adalah keterbatasan akses terhadap pasar nasional maupun internasional. 


 Oleh karena itu, Bank Indonesia memberikan berbagai kesempatan kepada UMKM binaannya untuk mengikuti pameran di tingkat daerah maupun nasional. 


Bagi Ririens Food, kesempatan tersebut menjadi media promosi yang sangat efektif sekaligus membuka jejaring bisnis dengan distributor, pelaku industri, investor, dan calon pembeli dari berbagai wilayah di Indonesia.


Pada tahun 2021, Ririens Food bergabung sebagai anggota Indonesian Karya Kreatif (IKRA). Keikutsertaan tersebut membuka peluang untuk mengikuti berbagai program pengembangan UMKM unggulan Indonesia. Pada tahun yang sama, Ririens Food dipercaya mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan UMKM terbaik dari seluruh Indonesia dengan pelaku bisnis nasional maupun internasional. Selanjutnya, pada tahun 2023, Ririens Food kembali berpartisipasi dalam Festival Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI), yang semakin memperluas jaringan pemasaran sekaligus memperkenalkan potensi produk pangan Papua kepada masyarakat yang lebih luas.


Selain memperluas akses pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam pertumbuhan usaha. 


 "Berbagai program capacity building yang difasilitasi Bank Indonesia Papua memberikan wawasan mengenai strategi bisnis, pengelolaan keuangan, inovasi produk, peningkatan kualitas pelayanan, hingga penyusunan rencana pengembangan usaha jangka panjang,"ungkapnya, Jumat (10/7/2026).


Pendampingan tersebut mendorong Ririens Food untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan pasar dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan usaha.


Transformasi digital menjadi salah satu aspek yang memberikan dampak paling nyata terhadap perkembangan Ririens Food. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan dan kecepatan transaksi menuntut UMKM untuk mampu beradaptasi dengan teknologi. Melalui berbagai pelatihan yang diberikan, Ririens Food mulai mengoptimalkan pemasaran digital melalui media sosial dan berbagai platform penjualan daring sehingga produk tidak lagi hanya dikenal di Papua, tetapi juga dapat dijangkau oleh konsumen di berbagai wilayah Indonesia.


Sejalan dengan pemasaran digital, digitalisasi pembayaran juga menjadi bagian penting dalam transformasi usaha. Ririens Food mulai mengimplementasikan sistem pembayaran non-tunai, termasuk penggunaan QRIS dan berbagai metode pembayaran digital lainnya. Kehadiran sistem pembayaran digital memberikan berbagai manfaat, mulai dari mempercepat proses transaksi, meningkatkan kenyamanan pelanggan, mempermudah pencatatan keuangan, hingga mengurangi risiko transaksi tunai. 


 "Digitalisasi pembayaran juga membantu usaha menjadi lebih transparan dan efisien sehingga mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik,"ucapnya.


Lanjutnya, penerapan sistem pembayaran digital tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap percepatan inklusi keuangan di Papua. Semakin banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan pembayaran digital, semakin mudah pula UMKM menjangkau konsumen dari berbagai kalangan tanpa terbatas oleh metode pembayaran konvensional. Hal ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi UMKM dalam mendukung transformasi ekonomi digital yang saat ini terus dikembangkan di Indonesia.


Pendampingan Bank Indonesia juga membuka jalan bagi Ririens Food untuk memasuki pasar ekspor. Melalui berbagai kelas ekspor, perusahaan mempelajari proses ekspor secara menyeluruh, mulai dari persiapan dokumen, standar mutu internasional, pengemasan, sistem pembayaran internasional, hingga strategi mencari pembeli di luar negeri. Pengetahuan tersebut kemudian diwujudkan melalui ekspor perdana ke Dubai, yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan.


Keberhasilan tersebut kemudian dilanjutkan dengan ekspor ke Papua Nugini (PNG), yang menunjukkan bahwa produk pangan lokal Papua memiliki kualitas dan daya saing yang mampu diterima di pasar internasional. Pencapaian tersebut tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap rantai pasok lokal melalui peningkatan permintaan bahan baku dari masyarakat dan pelaku usaha di Papua.


Saat ini, produk-produk Ririens Food telah dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia melalui jaringan distributor, toko oleh-oleh, marketplace, serta berbagai kegiatan promosi nasional. 


Di saat yang sama, perusahaan juga mulai membangun pasar internasional melalui kegiatan ekspor yang terus berkembang. Perjalanan ini menunjukkan bahwa UMKM lokal dari Papua memiliki peluang yang sama untuk berkembang apabila memperoleh akses terhadap pembinaan, inovasi, digitalisasi, dan perluasan pasar.


Pengalaman Ririens Food membuktikan bahwa pertumbuhan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi pemasaran dan pembayaran telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, memperkuat tata kelola bisnis, serta meningkatkan daya saing produk lokal.


Ke depan, Ririens Food berkomitmen untuk terus mengembangkan produk berbasis pangan lokal Papua, memperluas pasar nasional dan internasional, meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam seluruh proses bisnis, serta memberdayakan lebih banyak masyarakat melalui kemitraan dengan petani dan pelaku usaha lokal. 


Dengan demikian, pertumbuhan perusahaan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi Ririens Food, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Papua yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi daerah.


Perjalanan Ririens Food menunjukkan bahwa ketika UMKM memperoleh akses terhadap pendampingan, inovasi, dan digitalisasi, usaha lokal mampu berkembang menjadi pelaku ekonomi yang berdaya saing tinggi. Digitalisasi pembayaran bukan sekadar perubahan metode transaksi, melainkan menjadi fondasi bagi efisiensi usaha, peningkatan inklusi keuangan, dan perluasan pasar. Pada akhirnya, keberhasilan UMKM seperti Ririens Food menjadi bukti bahwa penguatan UMKM lokal merupakan salah satu kunci dalam membangun pertumbuhan ekonomi Papua yang tangguh dan berkelanjutan.


Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Papua Warsono mengaku Pertumbuhan ekonomi Papua tidak hanya bergantung pada sektor sumber daya alam, tetapi juga pada penguatan UMKM lokal. Dengan didukung digitalisasi pembayaran yang inklusif, UMKM dapat naik kelas, meningkatkan daya saing, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.


Diakui, lagu-lagu UMKM sudah mengenal digitalisasi dalam pembayaran secara non tunai tentu transaksi akan lebih cepat dan aman, bisa mengurangi ketergantungan uang tunai, mempermudah pencatatan keuangan, dapat dengan mudah memperoleh akses pembiayaan dari perbankan karena riwayat transaksi lebih jelas. 


Oleh karena itu Bank Indonesia mendorong pelaku UMKM di Papua bisa terus memanfaatkan digitalisasi dalam pembayaran dalam pendukung perekonomian di Papua dan UMKM lebih maju lagi. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#umkm papua #Ceposonline.com #EKONOMI #UMKM Lokal