Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Pencarian Korban Hilang Dihentikan, Karena Kondisi Malam dan Air Laut Pasang  

Fiktor Palembangan • Minggu, 31 Mei 2026 | 21:20 WIB
Kondisi     Rumah yang roboh akibat ledakan amunisi Minggu (31/5/2026) (Fiktor Palembangan/ceposonline.com)
Kondisi     Rumah yang roboh akibat ledakan amunisi Minggu (31/5/2026) (Fiktor Palembangan/ceposonline.com)

CEPOSONLINE.COM, BIAK- Pencarian terhadap korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II Minggu (31/5/2026)  siang  untuk sementara dihentikan lantaran kondisi sudah malam dan air pasang. 


Hingga berita ini diturunkan, 21.00 WIT, sudah lima orang korban ditemukan tewas, sementara 3 orang belum ditemukan. 


Lima korban yang ditemukan tewas dan telah dibawa ke rumah sakit masing-masing, Moris R (24) pekerjaan Nelayan, Delfin R (41) pekerjaan nelayan, Karmila A (25) ibu rumah tangga, Yulianus R (26) dan satu orang  anak yang baru berumur 5 tahun bernama Isrel R. 


Sementara tiga orang yang dilaporkan menjadi korban dan belum ditemukan masing-masing,   Anes M (27) pekerjaan nelayan, Lay Madura (45) pekerjaan nelayan dan satu orang anak berumur 7 tahun benama Isra R. 


Dari pantauan Ceposonline.com,  di lokasi tempat kejadian perkara, tim gabungan (Polisi, Basarnas, TNI AD,  BPBD dan beberapa institusi lainnya) masih siaga di lokasi.


Seperti diketahui, tempat kejadian ledakan ini adalah salah satu rumah panggung (rumah berlabuh diatas laut) di kompleks pemukiman masyarakat, tepatnya di Kompleks Rumah Berlabuh yang ada di Belakang Ex Damri tak jauh dari Hotel Intsia atau Pasar Ikan Fandoy/Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Biak Numfor, di Kelurahan Fandoy, Distrik Biak Kota. 


“Lima korban telah ditemukan dalam kedaan tewas, tiga orang menjadi korban masih dalam pencarian,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dalam keterangan resmi, di TKP, Minggu (31/5/2026) malam.


Terkait dengan ledakan tersebut, belum diketahui dengan pasti tentang kronologinya, namun dari sejumlah informasi yang dihimpun Ceposonline.com di lapangan, diduga kuat, awal mula terjadinya ledakan itu disebabkan karena adanya sebuah bom (mirip rudal ukuran sedang) dipotong dengan gergaji oleh salah satu korban sehingga menimbulkan ledakan.


Akibat dari ledakan itu, tidak kurang dari 5 rumah warga juga mengalami rusak berat, bahkan ada yang rata dengan tanah dan puing-puingnya hanyut di laut.


“Bukan bom ikan, itu memang bom peninggalan perang dunia II, biasanya diambil di laut saat menyelam, tapi pastinya kami tidak tahu diambil dimana. Tapi itu bom, bekasnya masih ada. Jadi itu digergaji lalu bubuk-bubuknya diambil untuk dibuat bom  (dopis) untuk ikan,” kata salah warga yang tidak mau disebut namanya di TKP.

 
Sementara itu, salah satu warga yang mengaku di dalam gereja saat kejadian (tidak mau disebut namanya) mendengar ledakan itu cukup kuat. “Tadi saat kejadian saya dengan anak-anak lagi dalam gereja, jadi saya tidak tahu apa-apa,” tandas Ibu tersebut.


Dari pantauan Ceposonline.com,  tak hanya rumah-rumah yang roboh, ada yang rata dibawah laut, namun gereja yang bersebelahan dengan tempat kejadian perkara, kaca-kacanya juga pecah berjatuhan ke lantai. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#BIAK #Perang Dunia II #bom