Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Terungkap! Begini Kronologis Awal Ledakan Bom di Biak yang Menewaskan 5 Warga

Yohanes Palen • Minggu, 31 Mei 2026 | 21:18 WIB
Kondisi kawasan padat penduduk di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, tepat di samping Kantor Dinas Perikanan, Pusat Kota Biak, Papua, pada Minggu (31/5) sore sekitar pukul 15.00 WIT. (SCREENSHOT/ISTIMEWA)
Kondisi kawasan padat penduduk di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, tepat di samping Kantor Dinas Perikanan, Pusat Kota Biak, Papua, pada Minggu (31/5) sore sekitar pukul 15.00 WIT. (SCREENSHOT/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Tragedi mengerikan terjadi di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026).

Sebuah ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang kawasan Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, sekitar pukul 14.45 WIT.

Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, tiga lainnya masih dalam pencarian, serta menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah rumah panggung dan bangunan di sekitar lokasi kejadian.

Ledakan terjadi di kawasan pesisir yang berada di sekitar Pasar Ikan Biak dan kawasan Tiptop.

Adapun kekuatan ledakan memicu kobaran api besar disertai kepulan asap hitam pekat yang terlihat dari berbagai penjuru kota.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar memperlihatkan dahsyatnya ledakan tersebut. 

Gelombang kejut yang ditimbulkan membuat atap-atap seng beterbangan, sementara puing-puing bangunan terpental hingga ke area perairan di sekitar lokasi.

Warga sekitar mengaku terkejut mendengar suara dentuman yang sangat keras sebelum melihat asap tebal membumbung tinggi dari kawasan perikanan.

Informasi sementara yang dihimpun dari masyarakat menyebutkan bahwa ledakan diduga terjadi saat sejumlah warga berusaha membongkar benda yang diduga merupakan bom peninggalan perang.

"Ledakan bom itu diduga sengaja dibuka untuk diambil serbuknya. Saat dipisahkan, ternyata meledak,"ujar seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian.

Ditempat terpisah Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan menjelaskan, aparat gabungan dari Polres Biak Numfor, Kodim 1708 Biak Numfor, Basarnas, Brimob Polda Papua, serta Pemerintah Kabupaten Biak Numfor langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.

"Malam hari ini kami dari Polres Biak Numfor bersama Pemda Biak Numfor, Kodim 1708 Biak Numfor, Basarnas dan Brimob Polda Papua memberikan rilis sementara terkait dugaan ledakan bom peninggalan Perang Dunia Kedua,"ucap Ari Trestiawan.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan petugas adalah mengamankan dan mensterilkan lokasi kejadian guna mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak lain yang masih aktif.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah mengamankan dan mensterilkan lokasi kejadian. Hal ini sangat krusial untuk mencegah dan memitigasi adanya potensi ledakan susulan,"tegasnya.

Berdasarkan hasil identifikasi sementara, aparat mencatat sedikitnya lima korban meninggal dunia akibat ledakan tersebut.

Sementara itu, tiga korban lainnya masih belum ditemukan dan hingga kini proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

"Berdasarkan identifikasi sementara, terdapat kurang lebih lima korban meninggal dunia. Sementara itu, tiga korban lainnya dilaporkan masih belum ditemukan dan saat ini masih dalam proses pencarian intensif," jelas Kapolres.

Untuk menghindari risiko yang lebih besar, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi ledakan. 

Tim Brimob Polda Papua masih melakukan penyisiran dan sterilisasi guna memastikan tidak ada ancaman ledakan susulan.

"Kami meminta seluruh masyarakat agar menjauhi lokasi dan tidak mendekati TKP karena area tersebut dipastikan belum aman sepenuhnya. Kami akan terus mensterilkan lokasi sampai benar-benar aman dari risiko ledakan susulan maupun dampak berbahaya lainnya,"pungkasnya. (*).

Editor : Yohanes Palen
#BIAK #Perang Dunia II #bom