Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Breaking News: Diduga Bom Sisa Perang Meledak, 10 Orang Dikabarkan Tewas

Ismail Ceposonline • Minggu, 31 Mei 2026 | 14:09 WIB
Kondisi kawasan padat penduduk di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, tepat di samping Kantor Dinas Perikanan, Pusat Kota Biak, Papua, pada Minggu (31/5) sore sekitar pukul 15.00 WIT. (SCREENSHOT/ISTIMEWA)
Kondisi kawasan padat penduduk di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, tepat di samping Kantor Dinas Perikanan, Pusat Kota Biak, Papua, pada Minggu (31/5) sore sekitar pukul 15.00 WIT. (SCREENSHOT/ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, BIAK – Sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan padat penduduk di Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, tepat di samping Kantor Dinas Perikanan, Pusat Kota Biak, Papua, pada Minggu (31/5) sore sekitar pukul 15.00 WIT.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, ledakan maut tersebut diduga kuat dipicu oleh tindakan salah seorang warga yang nekat menggergaji sebuah rudal aktif peninggalan Perang Dunia (PD) II. Akibat ledakan ini, 10 orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kekuatan ledakan yang terjadi di pinggiran pantai ini terbilang sangat masif. Detik-detik mencekam saat ledakan terjadi bahkan terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di area Pelabuhan Biak dan videonya langsung viral di media sosial.

Warganet melaporkan bahwa runtuhan material dan bunyi dentuman terdengar sangat keras. Tidak hanya itu, getaran hebat akibat ledakan ini bahkan dirasakan oleh warga yang berada di Kampung Baru, Distrik Samofa.

"Getarannya kuat sekali, mirip gempa bumi. Pas dicek di media sosial, ternyata ada ledakan dari arah pantai (Kampung Yenures)," ujar Idris saat berada di lokasi memantau karena menjadi pusat perhatian warga. 

Mengingat lokasi kejadian merupakan kawasan pemukiman yang padat penduduk, dampak kerusakan terlihat sangat parah. Dari foto dan video amatir yang beredar, tampak puing-puing bangunan rumah warga hancur berantakan dan rata dengan tanah.

Kondisi pemukiman yang cukup padat membuat risiko dampak ledakan menjadi sangat rentan, yang diduga menjadi penyebab tingginya angka korban jiwa dalam waktu singkat.

Tak lama setelah ledakan terjadi, aparat kepolisian dari Polres Biak Numfor langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. 

Petugas langsung memasang garis polisi (police line) untuk mensterilkan area dari kerumunan warga guna mengantisipasi adanya serpihan berbahaya atau potensi ledakan susulan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan tim medis masih fokus melakukan evakuasi terhadap para korban ke rumah sakit terdekat. Pihak berwenang juga belum memberikan keterangan pers resmi mengenai kronologi lengkap serta jumlah pasti korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden tragis ini. (*).

Editor : Abdel Gamel Naser
#papua #BIAK #bom #rudal balistik