Bupati Apresiasi Mitra yang Mendorong Ikan Lokal Sebagai Salah Satu Lauk MBG 

Fiktor Palembangan • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:29 WIB
Markus O. Mansnembra, SH.,MM (CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN) 
Markus O. Mansnembra, SH.,MM (CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN) 

CEPOSONLINE.COM, BIAK-Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap mitra ikut mendukung suksesnya program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Biak Numfor, dengan memperkuat memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis hasil laut yang bergizi, aman dan berkelanjutan.

 

 “Ucapan terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada para mitra yang ikut mendukung sekaligus memperkuat suksesnya program MBG di Kabupaten Biak Numfor,” ujar Bupati setelah membuka Workshop Blue Food Economy Assesment yang digelar oleh 

 

 Regional Center of Excellence (RCoE) Universitas Cenderawasih bersama UNICEF dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di Restoran 99, Senin (24/8). 

 

 Lokakarya ini dinilai sangat penting dilaksanakan untuk memastikan bahwa setiap menu yang disajikan oleh para pengelola SPPG di program MBG wajib higienes dan dijamin kesehatan. Salah satunya lauk sebagai menu makanan yang bersumber dari laut, sebagai menu lokal yang bergizi dan melimpah di Biak.

 

 “Kegiatan worshop ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor untuk mengubah kekayaan laut Biak Numfor menjadi pangan yang aman, bergizi. Kita tahu bahwa ikan dan hasil laut lainnya kaya akan gizi, dan kita di Biak boleh dikatakan melimpah. Oleh karena itu, worshop ini sangat tepat untuk memastikan bahwa setiap menu MBG yang disajikan kedepan, aman, bergizi dan higienis,” ucap Markus Mansnembra. 

 

Bupati juga meminta agar menu-menu MBG juga ikut memberikan perhatian serius terhadap bahan lokal, khususnya dari hasil laut seperti ikan. Ia berharap program MBG ini juga dapat mengerakkan ekonomi lokal di masyarakat, dengan menggunakan dan manfaatkan bahan lokal yang bergizi di daerah.

 

 “Saya menilai ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam program MBG di Biak Numfor, yaitu jaminan keamanan pangan dan keuntungan bagi nelayan lokal. Kita tidak ingin masyarakat jadi penonton, sementara yang menguasai pasokan untuk bahan MBG perusahaan besar,” lanjut Bupati. 

 

Arahan Presiden jelas, masyarakat lokal terutama nelayan, harus menjadi garda terdepan pemasok kebutuhan pangan untuk anak-anak kita,” pungkasnya. 

 

Lokakarya ini diikuti oleh para pemangku kepentingan, diantaranya perwakilan pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, akademisi, pelaku usaha perikanan, dan mitra lainnya, dengan tujuan untuk merumuskan langkah konkret mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) khususnya dalam pemanfaatan bahan baku MBG yang bersumber dari laut. 

 

Kepada wartawan, Koordinator RCoE Universitas Cenderawasih, Prof. Julias Ary Mollet, S.E., MBA., MTDev., Ph.D., juga mengatakan, lokarya ini menjadi bagian dari kajian mendalam terhadap pangan laut atau hasil perikanan lokal Biak. 

 

“Jadi hasil kajian nanti, termasuk dari hasil lokakarya, kami susun menjadi makalah kebijakan yang akan diserahkan kepada Bupati Biak Numfor dan Pemerintah pusat sebagai dasar pengambilan keputusan,” katanya.(*)

Editor : Weny Firmansyah
BIAK Ceposonline.com Markus Mansnembra