CEPOSONLINE.COM, BIAK- Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM resmi dilantik sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Biak Numfor, di Asana Hotel Biak, Sabtu (23/05/2026) malam.
Pelantikan Mantan Pj. Bupati Sarmi sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Biak Numfor dilakukan langsung oleh Ketua DPD I Golkar Provinsi Papua, Matius D. Fakhiri.
“Kepercayaan ini adalah sebuah tanggung jawab besar yang akan kami pikul dengan kerja keras, dedikasi, dan loyalitas penuh kepada partai dan masyarakat,” ujar Markus Mansnembra.
Dikatakan, sebagai partai yang mengakar kuat di tengah masyarakat, Partai Golkar Kabupaten Biak Numfor berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengawal aspirasi rakyat, peran serta Partai Golkar harus dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya berfokus pada dinamika politik elektoral semata, melainkan harus hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah. Sinergi dengan Pemerintah Daerah sangat mutlak dilakukan,” tegasnya.
“Di bawah kepemimpinan kami sebagai Ketua DPD II, Partai Golkar Kabupaten Biak Numfor ingin memastikan bahwa kekayaan alam dan potensi strategis Biak Numfor harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang merata,” lanjutnya.
Ia juga mengatakan, bahwa pelantikan dirinya bersama dengan jajaran pengurus lainnya bukanlah sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh kader untuk merapatkan barisan, menyatukan langkah, dan memperkuat soliditas.
Diakui, tantangan Golkar ke depan tidaklah ringan, namun dengan semangat kebersamaan dan karya kekaryaan yang menjadi ciri khas Partai Golkar, Dia optimis mampu menghadapi dan memenangi setiap agenda politik ke depan.
Sementara itu, Mathius D. Fakhiri mengatakan, Biak Numfor adalah daerah yang memiliki sejarah besar dalam perjalanan Papua dan Indonesia Tanah dengan melahirkan banyak tokoh ataupun pemimpin hebat. Oleh karena itu, Ia meminta Golkar Biak Numfor harus tampil ebagai kekuatan politik yang modern, santun, visioner dan tidak boleh hanya hadir sebagai mesin politik lima tahunan.
“Golkar harus hadir sebagai kekuatan pengabdian rakyat, kader Golkar harus menjadi pelayan masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan di Provinsi Papua khususnya, dan di Tanah Papua pada umumnya,” ujarnya.
Di penghujung sambutannya, mantan Kapolda Papua ini juga mengingatkan seluruh kader Golkar yang duduk di setiap fraksi DPR khususnya di wilayah Papua, untuk tidak menjadi “racun” dalam pemerintahan.
“Sudah jelas sikap tegas dari partai, bahwa kita tegak lurus kepada pemerintah, baik mulai dari pusat, provinsi, dan daerah, Partai Golkar satu suara. Jadi apa yang dikatakan pemerintah semua rapatkan barisan tidak ada kader-kader yang bekerja di luar komando itu. Kalau mau diluar komando, silahkan mundur dari fraksi partai Golkar, itu jelas,” pungkasnya.(*)
Editor : Weny Firmansyah