Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belum Terakreditasi, Puskesmas Rawat Jalan Sombai di Waropen Belum Terima Dana Operasional

I
Bupati Waropen Drs. F.X Mote, M.Si bersama Plt Kadinkes Waropen dr. Jenggo Suwarko, saat memantau kondisi real di PKM Rawat Jalan di Distrik Soyoi Mambai (Sombai). (CEPOSONLINE.COM/ISMAIL)
Bupati Waropen Drs. F.X Mote, M.Si bersama Plt Kadinkes Waropen dr. Jenggo Suwarko, saat memantau kondisi real di PKM Rawat Jalan di Distrik Soyoi Mambai (Sombai). (CEPOSONLINE.COM/ISMAIL)

CEPOSONLINE.COM, WAROPEN — Pelayanan kesehatan di Distrik Soyoi Mambai terancam lumpuh. Puskesmas Rawat Jalan Sombai, yang seharusnya menjadi garda terdepan di wilayah pedalaman, ternyata belum menerima sepeser pun dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK).

Kondisi kritis ini terungkap bukan karena keterlambatan biasa, melainkan akibat hambatan administratif: status Puskesmas yang belum terakreditasi!

Fakta memprihatinkan ini tersingkap saat Bupati Waropen, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si, melakukan kunjungan kerja di Kampung Mambai, Minggu kemarin. Di hadapan Kepala Dinas Kesehatan dr. Jenggo Suwarko dan para tenaga medis yang berkeluh kesah, Bupati Mote memberikan respons cepat dan tegas.

“Tidak boleh ada fasilitas kesehatan yang sudah berstatus Puskesmas Rawat Jalan tetapi tidak didukung dana operasional. Ini menyangkut pelayanan langsung kepada masyarakat, sehingga harus diprioritaskan,” tegas Bupati F.X Mote.

Tak hanya berdialog, Bupati Frans Mote langsung meninjau kantor Puskesmas. Hasilnya, ia menemukan sejumlah ruangan dan sarana prasarana yang sangat membutuhkan perbaikan, mulai dari fasilitas, peralatan medis, hingga kelayakan pendukung pelayanan.

Bupati menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar yang tak boleh kosong, apalagi di wilayah pedalaman. Ia pun menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk segera menuntaskan segala hambatan administrasi dan mempercepat proses akreditasi Puskesmas Sombai.

“Pemerintah wajib memastikan warga menerima pelayanan kesehatan terbaik, di kota maupun di kampung. Semua Puskesmas harus berjalan dengan standar, bukan hanya sekadar nama,” tutup Bupati Frans Mote, menekankan komitmennya mengatasi ketimpangan fasilitas kesehatan yang ada di Waropen. (*)


Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Masyarakat Keerom Diajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Masyarakat Keerom Diajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Bupati Keerom, Piter Gusbager, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang dige

Stella Misiro: Kampung Nelayan Nabire Harus Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Stella Misiro: Kampung Nelayan Nabire Harus Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPR PT) dari Kelompok Khusus, Stella Misiro, berharap pembangunan Kampung Nelayan di

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Waropen, Andre Wonatorei, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keberpihakan terhada

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer