Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Michael Carrick Lagi Gacor, Man.City dan Arsenal Ditumbangkan, Tak Masalah Pilih Teman Sendiri jadi Staf Pelatih

W
Penulis: Weny Firmansyah❯
Michael Carrick (Instagram: Michael Carrick).
Michael Carrick (Instagram: Michael Carrick).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Performa Michael Carrick sebagai pelatih Interim Manchester United sangat baik, dalam menghadapi dua laga berat yakni melawan Manchester City, dan Arsenal, Setan Merah julukan Manchester United berhasil meraih kemenangan. Manchester City digulung 2-0 dan pemuncak klasemen dikalahkan 3-2.


Advertisement

Banyak pihak yang menilai penunjukkan Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United sangatlah tepat. Namun tak sedikit yang mencibir bahwa Carrick lebih mementingkan KKN alias orang-orang dekatnya atau inner circlenya sendiri.

Tapi faktanya di balik keputusan tersebut, Carrick diyakini punya pertimbangan yang jauh lebih strategis.

Sebagai pelatih interim yang datang di tengah situasi klub yang tidak ideal, Carrick dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk menata ulang arah tim.

Dalam kondisi seperti itu, kejelasan visi dan keselarasan kerja menjadi faktor yang krusial. Salah satu cara tercepat untuk mencapainya adalah dengan bekerja bersama orang-orang yang sudah memahami cara berpikir dan metode kepelatihannya.

Advertisement

Di dunia sepak bola modern, staf pelatih bukan lagi sekadar pendamping manajer di pinggir lapangan. Mereka memegang peran penting dalam persiapan taktik, manajemen pemain, komunikasi internal, hingga menjaga atmosfer ruang ganti. Karena itu, kepercayaan menjadi fondasi utama.

Steve Holland, yang ditunjuk sebagai asisten Carrick, dikenal sebagai pelatih berpengalaman dengan rekam jejak panjang. Ia pernah bekerja dengan sejumlah manajer papan atas dan terlibat dalam perkembangan signifikan tim nasional Inggris dalam satu dekade terakhir.

Perannya lebih condong pada aspek taktik dan organisasi tim, terutama dalam persiapan pertandingan.

Advertisement

Nama lain yang mencuri perhatian adalah Jonathan Woodgate. Mantan bek timnas Inggris itu pernah bekerja bersama Carrick sebelumnya dan dinilai punya kemampuan komunikasi yang baik dengan pemain.

Pengalamannya sebagai pemain top membuatnya paham dinamika ruang ganti, terutama di klub sebesar Manchester United yang penuh tekanan.

Sementara itu, kehadiran Jonny Evans dalam struktur kepelatihan membawa dimensi berbeda. Meski belum lama terjun sebagai pelatih, Evans dikenal memiliki pemahaman kuat soal budaya dan identitas Manchester United.

Ia juga dianggap mampu menjadi penghubung antara tim utama dan pemain muda, sebuah peran yang belakangan dinilai kurang maksimal di Old Trafford.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa Carrick tidak asal memilih. Struktur staf yang dibangun mencerminkan keseimbangan antara pengalaman, pendekatan teknis, dan pemahaman internal klub. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Manchester United Kalahkan Liverpool 3-2, Kantongi Tiket Liga Champions Musim Depan 

Manchester United Kalahkan Liverpool 3-2, Kantongi Tiket Liga Champions Musim Depan 

Manchester United memastikan tiket ke Liga Champions UEFA musim depan setelah menundukkan

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Berawal dari usaha sederhana berjualan kopi menggunakan sepeda motor saat masih kuliah, Paulus Youw kini memilih menekuni dunia barista dan

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Kopi Arabika Dogiyai dengan memborong produk kopi lokal saat men

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer