Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

AKHIRNYA Mathius Fakhiri Jawab Isu Maju di Pilkada Papua

Y
Penulis: Yohanes Palen❯
Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri dalam Talkshow Pemilugrafi Cepos TV, Kamis (6/6/2024).
Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri dalam Talkshow Pemilugrafi Cepos TV, Kamis (6/6/2024).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri akhirnya buka suara soal isu dirinya maju di Pilkada Papua.


Advertisement

"Saya pikir semua anak Papua mempunyai kesempatan yang sama, sehingga kesempatan ini boleh diambil oleh siapapun," ungkap Mathius Fakhiri dalam Talkshow Pemilugrafi di Cepos TV, Kamis (6/6/2024).

Mathius Fakhiri menyampaikan, yang paling penting adalah sesama anak Papua tidak boleh saling membunuh karakter.

"Kita tidak boleh membusukkan karakter dan saling menjatuhkan sesama anak Papua, kita santai-santai saja," ujarnya.

Advertisement

Sebagai Kapolda Papua, Mathius Fakhiri mengaku, akan mempersiapkan Pilkada di Papua supaya semuanya berjalan damai, tanpa ada masalah.

Namun sebagai pribadi, tentunya dirinya akan siap majui sebagai bakal calon Gubernur Papua apabila masyarakat menginginkannya.

Advertisement

"Kalau masyarakat meminta saya maju, secara pribadi siap, bukan maju di Papua Selatan, tetapi di Provinsi Papua," kata Mathius Fakhiri.

Ditanya apa alasan dirinya maju di Pilkada Papua, Fakiri menjelaskan, ia termotivasi dan melihat bagaimana para tokoh-tokoh atau pemimpin Papua sebelumnya.

Termasuk almarhum Lukas Enembe yang mana merupakan teman baiknya.

"Bagi saya, inikan tantangan menarik, kalau memang Tuhan dan masyarakat menghendaki saya sebagai gubernur nanti, tinggal bagaimana saya mengambil itu untuk mengeksekusinya," ujarnya.

Fakhiri menyampaikan, dirinya tidak perlu banyak berteori, melainkan ingin yang praktis, apalagi dia orang lapangan.

"Kita tidak perlu banyak berteori, tetapi kita kerjakan apa yang sudah didorong oleh para pemimpin sebelumnya yang hebat-hebat dan itu bukan hal yang tabur, kita tinggal melanjutkan dan tidak perlu mengubah-ubah lagi,"tegasnya.

Sambung Fakhiri, kalaupun ada yang masih kurang, itu diperbaiki dan disempurnakan, agar betul-betul masyarakat di Papua merasakan bahwa kesejahteraan itu ada.

Mereka tidak perlu lagi berteriak lagi dipingiran jalan atau kota ini, tetapi betul-betul merasakan pemerintah itu ada untuk masyarakat.

"Kenapa saya bicara hal ini, karena Papua ini tidak boleh dikotak-kotakkan.”

“Papua satu Indonesia sebagai rumah kita bersama, walaupun Papua ini sudah dibagi menjadi 4 provinsi,"tutup Mathius Fakhiri. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

​Siap Gelar Aksi, BEM USTJ Ingatkan Kampus Soal Asas Praduga Tak Bersalah

​Siap Gelar Aksi, BEM USTJ Ingatkan Kampus Soal Asas Praduga Tak Bersalah

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menyayangkan sikap pihak birokrasi kampus yang dinilai belum

Kadispendukcapil Biak Kalep Ampnir Tutup Usia, Pemda Biak Lakukan Upacara Penghormatan

Kadispendukcapil Biak Kalep Ampnir Tutup Usia, Pemda Biak Lakukan Upacara Penghormatan

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor kehilangan salah satu pejabat terbaiknya. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabu

TPP ASN Papua Juli-September Belum Lunas, Pemprov Ungkap Alasan Pembayaran Bertahap

TPP ASN Papua Juli-September Belum Lunas, Pemprov Ungkap Alasan Pembayaran Bertahap

Kabar pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mulai menjadi angin segar bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Prov

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer