
CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA – Jelang Pilkada pada November 2024 mendatang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Persekutuan Gereja Gereja di Papua (PGGP) berkolaborasi dengan pihak Polda Papua mengadakan acara seminar dan KKR di Kota Jayapura.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, pada Rabu-Kamis (16/5/2024) menghadirkan berbagai narasumber.
Satu di antaranya Pendeta Bambang Jonan.
Ketua FKUB Pendeta Lipiyus Biniluk, menyampaikan seminar dan KKR itu bertujuan mengajak masyarakat, terutama umat Kristiani untuk ikut serta dalam melaksanakan Pilkada Damai 2024.
Pasalnya berkaca pada Pilpres dan Pileg yang lalu ada banyak hal yang mesti dievaluasi.
Tak ayal, jelang Pilkada, pihaknya ingin membangun konsolidasi dengan dikemas melalui doa bersama.
Seminar ini juga bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat Papua.
“Karena Pemilu itu ada yang menang ada yang kalah, jika kita dekat dengan Tuhan maka apapun hasil dari pesta demokrasi pasti akan terima dengan lapang," Lipiyus.
Persiapan SDM ini tidak hanya kepada peserta pemilu, tapi juga masyarakat sebagai bagian dari pesta demokrasi itu.
Sebab suksesnya pesta demokrasi tidak terlepas dari dukungan masyarakat.
Terselenggaranya pesta demokrasi ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai elemen salah satunya tokoh agama.
Tokoh agama turut andil menjaga keberlangsungan pemilu yang damai. Hal itulah yang menjadi dasar adanya seminar dan KKR tersebut. Sehingga pemilukada di Papua berjalan damai.
"Tidak hanya umat kristiani, suksesnya penyelenggaraan pemilu di Papua tidak terlepas dari dukungan semua lintas agama, dan itulah tugas kami sebagai pengurus FKUB," kata Lipiyus.
Lipiyus juga mengatakan seminar dan KKR itu, membangun semangat umat kristiani untuk memuliakan Tuhan di tengah-tengah dunia ini, sehingga membuat Nama Tuhan semakin masyhur, dan menarik banyak orang datang kepada-Nya.
Sebagai dampak dari penuaian jiwa, gereja sebagai 'lumbung' akan mengalami perkembangan dalam bentuk perluasan gereja-gereja lokal yang sudah ada, dan penanaman gereja-gereja lokal baru.
Gereja bukan hanya mengalami perluasan secara fisik, tetapi juga kehidupan umatnya yang bergaya hidup memuji dan menyembah Tuhan diberkati dalam segala aspek kehidupannya salah satunya mendorong Pemilu di Papua berlangsung damai.
"Dengan demikian kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik, damai dan rukun satu dengan yang lain sehingga mendukung Pilkada Damai 2024 terlaksana dengan baik," ujarnya.
Senada dengan itu Ketua Umum Panitia Seminar dan KKR Pendeta Felda Lukas menyampaikan Kegiatan KKR dan Seminar ini dimaksud agar setiap pribadi (Hamba Tuhan dan warga gereja) mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan melalui pemahaman Pemulihan Pondok Daud (Amos 9:11).
"Kegiatan ini berlangsung 2 hari, salah satu sesi akan ada doa untuk perdamaian di Papua, menjelang pemilukada ini, kemudian hari kedua akan menghadirkan penyelenggara pemilu, serta partai partai politik," jelasnya. (*)



