UNCEN Libatkan Pemerintah, Guru dan Orang Tua Rancang Ekosistem Numerasi Keerom

CEPOSONLINE.COM, KEEROM — Tim BESTARI SAINTEK Universitas Cenderawasih (UNCEN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Desain Ekosistem Belajar Numerasi Generasi Alpha, Keerom, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran numerasi yang efektif, partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan di Kabupaten Keerom, Papua.
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, pendidikan, sekolah, guru, orang tua, tokoh agama, serta pemangku kepentingan masyarakat. FGD menjadi ruang kolaborasi untuk menggali kondisi, kebutuhan, tantangan, sekaligus merumuskan desain pembelajaran numerasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik Generasi Alpha dan konteks sosial budaya Kabupaten Keerom.
Program BESTARI SAINTEK dengan judul Desain Ekosistem Belajar Numerasi untuk Meningkatkan Kompetensi Numerasi Generasi Alpha di Kabupaten Keerom merupakan program Hibah Bestari Saintek adalah program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), tim dari Universitas Cenderawasih yang diketuai Prof. Dr. Jonner Nainggolan, M.Si. bersama lima anggota tim peneliti.
Tim tersebut terdiri atas Dr. Ida Mariati Hutabarat, S.Si., M.Si. dari bidang Statistika Terapan, Dr. Dewi Kristika Findia Ning Tyas, S.Pd., M.Pd. dan Marthinus Yohanes Ruamba, M.Pd. dari Pendidikan Matematika, Elvis Pawan, S.Kom., M.Kom. dari Sistem Informasi, serta Radian Januari Situmeang, M.Si. dari bidang statistika. Komposisi tersebut menunjukkan pendekatan multidisiplin yang memadukan matematika, statistika, pendidikan matematika, teknologi informasi, pengelolaan data, serta kebijakan pendidikan.
Dorong Perubahan Ekosistem Belajar Numerasi

Kegiatan ini menjadi penting karena persoalan numerasi di Kabupaten Keerom tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika, tetapi juga
Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Kepala Distrik Arso Barat, Ketua Klasis Keerom, kepala sekolah dari enam sekolah fokus, guru Matematika Fase B, perwakilan orang tua, serta perwakilan tokoh agama.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan numerasi dipandang sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah berperan dalam penguatan kebijakan dan tata kelola, sekolah dan guru menjadi pelaksana utama pembelajaran, sedangkan orang tua, tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian dari lingkungan pendukung belajar anak.
Berbasis Sains dan Budaya Lokal
Salah satu kekuatan program BESTARI SAINTEK adalah pendekatan multidisiplin. Keilmuan statistika digunakan untuk memastikan program berbasis data dan dapat diukur, pendidikan matematika berperan dalam desain pembelajaran dan pengembangan numerasi kontekstual, sementara sistem informasi mendukung pemanfaatan teknologi dan pengelolaan data.



