DPR Papua Lobi Kemenkes, RSUD Dok II Dapat Bantuan Medis Senilai Rp55 Miliar

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Wakil Ketua I DPR Papua Herlin Beatrix Monim bersama Komisi V dan Wakil Direktur Umum RSUD Dok II Jayapura, dr. Yunike Howay, Sp.A melakukan audiensi dengan Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Sunarto, M.Kes, di Kemenkes RI, Jakarta, pada Kamis (29/10/2026)
Dari audisensi tersebut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura menerima bantuan alat medis dari Kementerian Kesehatan senilai Rp55 Miliar yang akan direalisasikan pada tahun anggaran 2027. Bantuan itu sebagai bentuk meningkatkan pelayanan kesehatan, mengingat RSUD Dok II merupakan rumah sakit rujukan diseluruh wilayah Papua.
Wakil Ketua I DPR Papua, Herlin Monim, menjelaskan kunjungan tersebut didasari komitmen kuat pemerintah daerah dan legislatif dalam meningkatkan kualitas hidup orang Papua, khususnya di sektor kesehatan. Mengingat RSUD Dok II Jayapura yang sangat strategis sebagai rumah sakit rujukan utama di tanah Papua yang tidak hanya melayani warga Kota dan Provinsi Papua, tetapi juga seluruh wilayah otonom baru di tanah Papua hingga pasien dari negara tetangga Papua Nugini.
"Di tengah keterbatasan fiskal daerah yang tidak memungkinkan APBD untuk membackup seluruh kebutuhan alat medis berharga fantastis, DPR Papua mengambil inisiatif melakukan lobi langsung ke Kemenkes. Sehingga hasilnya Kemenkes menggelontorkan bantuan peralatan medis senilai Rp55 miliar," kata Herlin Monim kepada awak media ketika dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Herlin menegaskan, langkah pengawasan akan terus dilakukan oleh DPR Papua agar bantuan tersebut benar-benar berdampak langsung pada perbaikan kualitas layanan kepada masyarakat.
"Ini menjadi catatan penting bagi kami di DPR Papua untuk melakukan fungsi pengawasan, agar tata kelola layanan RSUD Dok II Jayapura semakin membaik sesuai dengan penekanan dari Sesditjen Kesehatan Lanjutan," ucapnya.
Kendati demikian, pihak legislatif mengingatkan agar bantuan bernilai besar ini diiringi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai di tingkat daerah "Ketika kita mendapatkan alokasi pada tahun anggaran 2027 mendatang, peralatan dengan nilai fantastis berjumlah Rp55 miliar ini baru bisa masuk dan ditempatkan jika kita sudah menyiapkan sarananya berupa gedung," ujarnya.
Herlin Monim berharap jajaran manajemen rumah sakit untuk menjadikan pembangunan dan penyiapan sarana gedung ini sebagai prioritas utama agar realisasi bantuan tidak mengalami kendala. Sebab menurutnya, dukungan sinergi lintas pemerintahan ini tidak hanya memperkuat kapasitas pelayanan RSUD Dok II Jayapura, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pemerataan akses kesehatan yang berkeadilan di tanah Papua.
"Dengan kelengkapan fasilitas dan peralatan medis yang semakin memadai, RSUD Dok II Jayapura diproyeksikan tidak hanya menjadi rumah sakit rujukan utama di tanah Papua, melainkan juga berpotensi menjadi pusat rujukan di wilayah terluar, bahkan bagi pasien dari negara tetangga," jelas dia.
Selain itu, katanya transformasi tata kelola melalui status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diharapkan mampu meningkatkan kinerja, mendongkrak pendapatan rumah sakit, serta memaksimalkan mutu pelayanan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di atas segalanya.



