Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komite Koordinasi Pendidikan Dokter RSUD Jayapura Audiens ke MRP Ada Apa

K

 

Komite Koordinasi Pendidikan RSUD Jayapura datangi MRP, sampaikan aspirasi, Jumat (30/1/2026) (CEPOSONLINE.COM/KAREL)
Komite Koordinasi Pendidikan RSUD Jayapura datangi MRP, sampaikan aspirasi, Jumat (30/1/2026) (CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Sejumlah dokter yang tergabung dalam Komite Koordinasi Pendidikan RSUD Jayapura mendatangi Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), Jumat (30/1/2026).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait pengalihan pendidikan profesi dokter (koas) Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) dari RSUD Jayapura (Dok II) ke RSUD Abepura yang dinilai dilakukan secara sepihak.


Advertisement

Ketua Komite Koordinasi Pendidikan RSUD Jayapura, dr Apter E. Patai, SpOG, SubSp-FER, menjelaskan bahwa selama hampir 20 tahun pendidikan profesi dokter FK Uncen telah berlangsung di RSUD Dok II. Bahkan, kerja sama pendidikan profesi tersebut masih terikat kontrak hingga Mei 2026.

Namun kenyataannya, sejak tahun 2024 pihak FK Uncen mengalihkan pendidikan profesi dokter ke RSUD Abepura tanpa komunikasi dan koordinasi yang jelas dengan Komite Pendidikan RSUD Dok II.

"Pengalihan ini dilakukan tanpa adanya Surat Keputusan (SK) kerja sama yang baru, sementara SK kerja sama yang lama masih berlaku hingga 2026. Ini yang menjadi persoalan utama kami," ujar dr Apter.

Advertisement

Ia menegaskan, selain aspek legalitas, pengalihan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kualitas pendidikan dokter. RSUD Dok II memiliki sumber daya manusia yang jauh lebih memadai, dengan 66 dokter spesialis dan subspesialis yang selama ini menjadi pembimbing pendidikan profesi. Sementara di RSUD Abepura, jumlah pembimbing hanya sekitar 15 dokter spesialis.

Selain itu, RSUD Dok II merupakan rumah sakit rujukan dengan variasi kasus medis yang lebih kompleks dan beragam dibandingkan RSUD Abepura. Kondisi ini dinilai sangat berpengaruh terhadap kompetensi dan kualitas lulusan dokter.

"Kami khawatir jika jumlah pembimbing dan variasi kasus berkurang, maka kualitas lulusan dokter Uncen juga akan menurun. Dampaknya bukan hanya pada mahasiswa, tetapi pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua secara luas," jelasnya.

Advertisement


Atas dasar itu, pihak RSUD Dok II audiens ke MRP agar proses pendidikan profesi dokter dikembalikan ke RSUD Dok II demi menjaga standar mutu sumber daya manusia tenaga medis.


Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Afirmasi MRP, Yoel Luis Mulait, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan melakukan pertemuan bersama seluruh pihak terkait. "Kami akan memfasilitasi pertemuan yang melibatkan RSUD Dok II, RSUD Abepura, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, serta Universitas Cenderawasih dalam hal ini Fakultas Kedokteran," ujarnya.


Yoel menambahkan, secara prinsip MRP akan bertindak sebagai mediator, mengingat masih adanya perjanjian kerja sama yang mengikat antara FK Uncen dan RSUD Dok II.


"Nanti dalam pertemuan itu akan kita lihat bersama, karena masih ada perjanjian yang berlaku. Sementara pemindahan ini terkesan sepihak. MRP sifatnya memediasi agar ada solusi terbaik," pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Pokja Adat MRP Papua Kecewa Berat, Bupati dan Wabup Jayapura Tak Dapat Ditemui

Pokja Adat MRP Papua Kecewa Berat, Bupati dan Wabup Jayapura Tak Dapat Ditemui

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu dengan Bupati Jayapura, Yunus Wonda, maupun Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, saat melakukan kunjungan kerja ke

Pendapatan Naik Jadi Rp103 Miliar, RSUD Jayapura Tetap Prioritaskan Warga Tak Mampu

Pendapatan Naik Jadi Rp103 Miliar, RSUD Jayapura Tetap Prioritaskan Warga Tak Mampu

Pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Jayapura menunjukkan peningkatan.

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Waropen, Andre Wonatorei, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keberpihakan terhada

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer