Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunker ke PLBN Skouw, Yan Mandenas Ingin Akses Transportasi Lintas Negara RI - PNG Dimasifkan

G
Penulis: Gratianus Silas❯
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Mandenas dan rombongan saat berkunjung ke PLBN Skouw Kota Jayapura pada Rabu 31 Oktober 2025. (CEPOSONLINE/GRATIANUS SILAS)
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Mandenas dan rombongan saat berkunjung ke PLBN Skouw Kota Jayapura pada Rabu 31 Oktober 2025. (CEPOSONLINE/GRATIANUS SILAS)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Anggota DPR RI Dapil Papua, Yan Mandenas, melakukan kunjungan kerja di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI – PNG (Papua Nugini), di Skouw, Kota Jayapura, pada Rabu, 31 Oktober 2025.


Advertisement

Pada kesempatan itu, Mandenas didampingi Anggota Komisi IV DPR RI, Melati Erzaldi yang baru pertama kali meninjau PLBN Skouw.

“Saya senang sekali diajak melihat PLBN RI – PNG di Skouw, Kota Jayapura,” ujar Melati.

Melati mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa melihat hubungan persaudaraan Indonesia dan Papua Nugini di wilayah perbatasan.

Advertisement

“Seperti tidak ada batas. Artinya, memang ada batas wilayah administrasi antara kedua negara. Namun, hubungan masyarakat kedua negara, khususnya di wilayah perbatasan ini penuh dengan rasa kekeluargaan.”

“Saya senang sekali diberikan pengalaman yang luar biasa di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Yan Mandenas, mendorong agar akses transportasi Kota Jayapura – Vanimo maupun sebaliknya dapat dimasifkan lagi.

Advertisement

“Ini sudah saya sampaikan juga kepada Pemprov Papua maupun pemerintah pusat.”

“Tujuannya merekatkan hubungan diplomatik maupun persaudaraan yang baik antara kedua negara, serta berdampak juga terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura maupun Vanimo,” jelas Yan Mandenas.

Ini juga, sambung Mandenas, dapat meredam banyaknya jalur tidak resmi yang dilalui para pelintas batas.

“Kalau akses, sarana, dan prasarana memadai, maka jalur-jalur jalur tidak resmi yang dilalui itu bisa kita tekan.”

“Tapi kalau akses sulit, transportasi tidak mendukung, ya jalur tikus jadi pilihan bagi pelintas batas,” ujarnya.

Mandenas juga memberikan atensi terhadap masih maraknya penyelundupan narkotika jenis ganja dari PNG ke Jayapura.

“Saya juga sudah komunikasi dengan Dubes RI untuk PNG agar memberikan sosialisasi kepada para pelintas batas dari PNG terkait aturan dan larang perdagangan di negara kita.”

“Yang legal seperti pinang dan vanili itu tidak jadi masalah. Tapi setop dengan ganja, karena mereka yang tertangkap itu pada akhirnya memenuhi penghuni lapas (lembaga pemasyarakatan).”

“Artinya aturan di negara kita juga perlu disampaikan kepada mereka di PNG, khususnya dalam hal perlintasan batas, baik di darat maupun laut,” tambahnya.

Mandenas berharap, ke depannya PLBN Skouw di Kota Jayapura dapat menjadi simbol hubungan baik antara Indonesia dan Papua Nugini di berbagai bidang seperti ekonomi, pemerintahan, maupun pariwisata. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Penanganan Dilimpahkan, Tiga Tersangka Kasus Narkoba Ngaku Terima dari Penghuni Lapas

Penanganan Dilimpahkan, Tiga Tersangka Kasus Narkoba Ngaku Terima dari Penghuni Lapas

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika resmi melimpahkan tiga tersangka dan barang bukti (Tahap II) kasus tindak pidana narkotika ke Kejaksaan Negeri Mimika, Jalan Agimuga Nomor 5, Mile 32, pada Senin, (20/7/2026)

Yan Mandenas Dorong Pelajar di SMANSA Mimika Kuasai Bahasa Asing dan Keluar dari "Mindset" PNS

Yan Mandenas Dorong Pelajar di SMANSA Mimika Kuasai Bahasa Asing dan Keluar dari "Mindset" PNS

Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, meminta para pelajar di Papua untuk mengubah cara pandang tradisional terkait masa depan karier. 

Evaluasi Lapas hingga Kasus HAM, Komisi XIII DPR RI Serap Aspirasi dan Dorong Sinergi Lembaga di Mimika

Evaluasi Lapas hingga Kasus HAM, Komisi XIII DPR RI Serap Aspirasi dan Dorong Sinergi Lembaga di Mimika

Komisi XIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Mimika, Papua Tengah, untuk mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) lembaga pemasyarakatan (lapas), pengawasan keimigrasian, hingga mengusut berbagai kasus dugaan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer