Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Harga Emas Dunia Pecah Rekor, Pemicunya Karena Faktor Politik di Negara Ini

Yohanes Palen • 2026-01-14 10:16:09
Ilustrasi emas batangan.
Ilustrasi emas batangan.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA— Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi dengan menembus level 4.591 dolar AS per troy ounce. 

Lonjakan harga ini dipicu meningkatnya ketidakpastian politik di Amerika Serikat (AS), yang mendorong investor global beralih ke aset aman.

Tren penguatan ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam sepekan ke depan, bahkan berpeluang menembus level psikologis 4.700 dolar per troy ounce.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuabi menyampaikan, lonjakan harga emas dipicu oleh kombinasi faktor politik Amerika Serikat (AS), kebijakan bank sentral, serta meningkatnya ketegangan geopolitik global.

“Ketidakpastian politik dan ekonomi global membuat investor kembali memburu aset aman seperti emas,”ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Kata Ibrahim bahwa, kenaikan harga emas dunia turut berdampak pada pasar domestik. Harga Logam Mulia Antam tercatat naik ke level Rp2.651.000 per gram.

Lanjut Ibrahim, dari sisi teknikal, jika terjadi koreksi, emas dunia memiliki support pertama di level 4.553 per troy ounce, dengan harga Logam Mulia sekitar Rp 2.620.000 per gram.

Sementara support kedua berada di 4.516 dolar per troy ounce, setara dengan harga Logam Mulia Rp 2.580.000 per gram.

Sebaliknya, jika tren penguatan berlanjut, resistance pertama emas dunia berada di level 4.650 dolar per troy ounce, yang berpotensi mendorong harga Logam Mulia naik hingga Rp.2.850.000 per gram.

Kemudian resistance kedua diperkirakan berada di kisaran 4.700 dolar per troy ounce.

“Dalam minggu ini ada kemungkinan besar harga emas dunia menembus 4.700 dolar untuk logam mulia, harganya bisa mencapai Rp.3.100.000 per gram,” kata Ibrahim.

Ibrahim menilai lonjakan harga emas juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian politik di AS. 

Salah satu isu utama adalah tekanan politik terhadap Ketua Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell, menjelang masa pensiunnya pada Mei mendatang.

Selain itu, Kejaksaan Agung AS dijadwalkan memanggil mantan Gubernur The Fed Lisa Cook terkait pemecatannya oleh Presiden AS Donald Trump, yang dinilai dapat memperkeruh situasi politik AS.

“Situasi ini berpotensi memanaskan dinamika politik AS pada Januari, bersamaan dengan isu perang dagang dan agenda politik besar lainnya, termasuk pemilihan anggota DPR AS pada kuartal I,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan moneter, meskipun data ketenagakerjaan AS menunjukkan perbaikan, Ibrahim melihat masih adanya indikasi pelemahan ekonomi. 

Hal ini membuka peluang penurunan suku bunga lebih dari satu kali pada 2026, yang dinilai positif bagi pergerakan harga emas.

Sambung Ibrahim bahwa, kenaikan harga emas domestik juga dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah. 

Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi melemah ke kisaran Rp.16.820–Rp.16.900 per dolar AS hingga akhir pekan ini.

Selain faktor nilai tukar, tingginya permintaan di dalam negeri serta keterbatasan pasokan turut mendorong kenaikan harga Logam Mulia.

“Permintaan cukup tinggi, sementara ketersediaan barang terbatas. Kondisi ini ikut mengerek harga logam mulia kembali menguat,”tutup Ibrahim. (*).

 

 

Editor : Yohanes Palen
#Ceposonline.com #harga emas dunia #rekor tertinggi