Dua Menteri Pernah Bekerja di Papua Dikaitkan dengan Penyadapan Presiden

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Pengungkapan pelaku penyadapan Presiden Prabowo terus diperluas. Beberapa hari terakhir justru muncul dua nama menteri yang dikait-kaitkan. Dua menteri ini pernah bekerja di Papua.
Dilansir dari Jawapos.com, yang pertama adalah Tito Carnavian. Informasi tersebut menjadi perbincangan warganet setelah tersebar melalui sejumlah unggahan. Salah satunya muncul melalui akun Instagram @kritikkerass. Akun tersebut mengunggah narasi yang menyebut adanya seorang menteri berinisial TK yang diduga terlibat dalam perkara penyadapan dan bakal ditahan.
Menanggapi kabar yang beredar, Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin membantah adanya pemeriksaan terhadap mantan Kapolda Papua tersebut. Ia menegaskan, informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial itu tidak benar.
“Infonya tidak benar,” kata Asep Safrudin kepada wartawan pada Minggu (8/11/2026). Menteri lainnya adalah Bahlil Lahadalia. Dikait-kaitkannya Bahlil ini langsung dibantah Wakil Ketua Umum Golkar, Idrus Marhan.
DPP Partai Golkar menegaskan akan mengambil sikap terhadap tudingan yang menyeret nama Ketua Umum Bahlil Lahadalia dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Idrus meyakini, Bahlil tidak memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut. Dia menilai kedekatan Bahlil dengan sejumlah tokoh, termasuk mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, tidak bisa dijadikan dasar untuk mengaitkannya dengan dugaan penyadapan.
"Meskipun dekat dengan Listyo Sigit Prabowo dan Joko Widodo, tapi saya yakin bahkan haqul yakin bahwa Bahlil Lahadalia tidak terkait dan tidak terlibat dengan kasus penyadapan, sebagaimana yang diopinikan secara tendensius oleh beberapa orang, di antaranya opini dan pernyataan Said Didu dalam sebuah podcast," kata Idrus dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11/2026). (*)



