Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Singkong Lebih Efektif Padamkan Api Dibanding Air, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Julinton Sianturi dalam diskusi yang digelar di Kantor BRIN, Jakarta, Selasa (6/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/NTARA/HO-BRIN)
Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Julinton Sianturi dalam diskusi yang digelar di Kantor BRIN, Jakarta, Selasa (6/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/NTARA/HO-BRIN)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Soal singkong yang dianggap efektif memadamkan kebakaran di lahan gambut, sempat diragukan masyarakat. Namun hasil penelitian BRIN, menyebut pemadaman api di lahan gambut dengan tepung singkong memang lebih efektif dari air biasa.


 Seperti dilansir Antara, Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Julinton Sianturi mengungkapkan alasan inovasi formula berbasis singkong jauh lebih efektif untuk memadamkan kebakaran lahan gambut dibandingkan dengan menggunakan air biasa.

Dalam kegiatan diskusi yang digelar di Kantor BRIN, Jakarta, Selasa (6/10/2026), ia memaparkan suhu api pada kebakaran lahan gambut, baik di permukaan maupun di bawah tanah, sebagai ekstrem dan merugikan sifat fisik air.

Advertisement

Berdasarkan hasil pengamatan, suhu api yang membara di lahan gambut bisa menembus di atas 500 derajat Celcius, sedangkan air sudah mendidih dan menguap mutlak di suhu 100 derajat Celcius.

"Yang artinya, ketika bapak/ibu masukkan air, air mendidih pada suhu berapa? Suhu 100 (derajat). Itu sudah kalah. Berarti sebelum dia menyentuh (tanah), dia sudah menguap. Ini yang menjadi permasalahan di pemadaman menggunakan air," katanya.

Ia menilai kondisi termal yang timpang tersebut membuat semprotan air dari petugas pemadam menjadi boros dan tidak efisien, karena air akan langsung menguap sebelum berhasil menembus bara api utama.

Advertisement

Guna menjawab kendala termal tersebut, tim peneliti BRIN menciptakan terobosan presisi dengan memadukan molekul pati (starch) yang diekstrak dari singkong dengan senyawa amonium polifosfat (APP).

Julinton menjelaskan kombinasi cairan singkong APP ini dirancang secara molekuler agar mampu merespons dan bereaksi secara instan ketika bersentuhan langsung dengan kobaran api karhutla bersuhu ekstrem.

Ketika menyentuh suhu panas tinggi, amonium polifosfat akan terdekomposisi lalu berinteraksi kuat dengan molekul pati singkong untuk menghasilkan sebuah lapisan isolator tebal yang disebut char.

"Ini namanya char. Yang dihasilkan dari proses reaksi ini, yang mampu menghambat perpindahan panas, menghalangi oksigen dan memutus akses oksigen. Jadi ketika api itu tadi dia naik, ketika kami semprotkan itu (singkong APP), dia langsung tertutup gitu, seperti menyelimuti. Nah, itulah pendekatan yang kita lakukan," ujarnya.

Advertisement
Editor : AdminDua

Artikel Terkait

Jutaan Warga Indonesia Jadi Pencandu Narkoba, BNN Sebut Pemulihan Tak Selesai Hanya Pada Rehabilitas

Jutaan Warga Indonesia Jadi Pencandu Narkoba, BNN Sebut Pemulihan Tak Selesai Hanya Pada Rehabilitas

Pencandu Narkoba di Indonesia terus meningkat, bahkan dari  hasil Survei BNN bersama BRIN dan BPS periode 2023-2025, jumlah pencandu Narkob

Diantar Masyarakat Adat dan Pemilik Hak Ulayat, Rombongan BRIN dan Gubernur Tinjau Lokasi Pembangunan Bandar Antariksa 

Diantar Masyarakat Adat dan Pemilik Hak Ulayat, Rombongan BRIN dan Gubernur Tinjau Lokasi Pembangunan Bandar Antariksa 

Rombongan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si  dan Wakil Gubernur Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng meninjau langsung wilayah dari dekat wilayah yang akan

Ini Sepuluh Spesies Anggrek Baru yang Didokumentasikan BRIN, Ada Anggrek Papua yang Ditemukan di Jawa Timur 

Ini Sepuluh Spesies Anggrek Baru yang Didokumentasikan BRIN, Ada Anggrek Papua yang Ditemukan di Jawa Timur 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama mitra peneliti berhasil mendokumentasikan sepuluh rekaman spesies anggrek baru di Indonesia, untuk memperluas data sekaligus menegaskan pentingnya eksplorasi biodiversitas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer