Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jutaan Warga Indonesia Jadi Pencandu Narkoba, BNN Sebut Pemulihan Tak Selesai Hanya Pada Rehabilitas

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto (kedua kiri) meninjau langsung Balai Besar Rehabilitasi BNN di kawasan Lido, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026).(CEPOSONLINE.COM/ANTARA/HO-BNN RI)
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto (kedua kiri) meninjau langsung Balai Besar Rehabilitasi BNN di kawasan Lido, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/ANTARA/HO-BNN RI)

Advertisement

CEPOSONOLINE.COM,JAYAPURA – Pencandu Narkoba di Indonesia terus meningkat, bahkan dari  hasil Survei BNN bersama BRIN dan BPS periode 2023-2025, jumlah pencandu Narkoba ini mencapai 4,15 juta jiwa. 

Sebagai bagian dari masyarakat, para pencandu  narkoba ini g membutuhkan pertolongan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menegaskan proses pemulihan tidak selesai ketika seorang pecandu narkoba menuntaskan program rehabilitasi.

"Setelah meninggalkan tempat rehabilitasi, mereka menghadapi tantangan baru untuk mempertahankan pemulihan, kembali diterima oleh keluarga dan lingkungan, serta membangun kehidupan yang produktif," kata Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Advertisement

Menurut dia pemulihan tidak boleh berhenti hanya di pintu keluar tempat rehabilitasi semata, namun harus diselenggarakan secara berkelanjutan.

"Maka dari itu penyatuan langkah kementerian/lembaga dalam pemulihan penyalahguna narkotika menjadi penting," katanya seperti dilansir Antara, Rabu (2/9/2026)

Ia mengatakan penyatuan langkah tersebut salah satunya telah dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi bagi Pecandu, Penyalahguna, dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, oleh BNN, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Ketenagakerjaan, di Lido, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Advertisement

Dia menyebut penyalahgunaan narkotika bukan hanya persoalan hukum, melainkan juga krisis kesehatan, sosial, dan ekonomi yang membutuhkan penanganan komprehensif dan terpadu.

Oleh karenanya, Suyudi menekankan kehadiran negara tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diwujudkan melalui upaya pemulihan yang berkelanjutan, mulai dari rehabilitasi, reintegrasi sosial, hingga penguatan kemandirian ekonomi.

Dia menilai kesepakatan antara kementerian/lembaga dalam sinergi rehabilitasi sebagai sebuah momentum bersejarah sekaligus warisan karena untuk pertama kalinya empat institusi dengan tugas dan tanggung jawab yang beririsan dalam pemulihan penyalahguna narkotika menyatukan visi dan misi dalam satu kerangka kolaborasi.

“Hal ini yang sebenarnya selama ini telah memiliki tugas dan tanggung jawab beririsan, khususnya terkait pemulihan terhadap korban penyalahguna narkotika,” ungkapnya.

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Soal Singkong Lebih Efektif Padamkan Api Dibanding Air, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Soal Singkong Lebih Efektif Padamkan Api Dibanding Air, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Soal singkong yang dianggap efektif memadamkan kebakaran di lahan gambut, sempat diragukan masyarakat. Namun hasil penelitian BRIN, menyebut

Diantar Masyarakat Adat dan Pemilik Hak Ulayat, Rombongan BRIN dan Gubernur Tinjau Lokasi Pembangunan Bandar Antariksa 

Diantar Masyarakat Adat dan Pemilik Hak Ulayat, Rombongan BRIN dan Gubernur Tinjau Lokasi Pembangunan Bandar Antariksa 

Rombongan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si  dan Wakil Gubernur Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng meninjau langsung wilayah dari dekat wilayah yang akan

Ini Sepuluh Spesies Anggrek Baru yang Didokumentasikan BRIN, Ada Anggrek Papua yang Ditemukan di Jawa Timur 

Ini Sepuluh Spesies Anggrek Baru yang Didokumentasikan BRIN, Ada Anggrek Papua yang Ditemukan di Jawa Timur 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama mitra peneliti berhasil mendokumentasikan sepuluh rekaman spesies anggrek baru di Indonesia, untuk memperluas data sekaligus menegaskan pentingnya eksplorasi biodiversitas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer