Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Dapat Kerja, Ini yang Dicari Perusahaan

E
Penulis: Elfira Halifa❯
ILUSTRASI PELAMAR PEKERJAAN.
ILUSTRASI PELAMAR PEKERJAAN.

Advertisement

CEPOSOONLINE.COM, JAYAPURA-Gelar sarjana selama ini dianggap sebagai tiket untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Namun, di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, ijazah perguruan tinggi ternyata tidak lagi cukup menjadi modal utama untuk memenangkan persaingan.

Lulusan perguruan tinggi kini dihadapkan pada tuntutan yang lebih besar. Perusahaan tidak hanya melihat latar belakang pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan seseorang dalam menerapkan pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata di tempat kerja.

Kesenjangan antara materi yang diperoleh di bangku kuliah dan kebutuhan industri menjadi salah satu persoalan yang banyak disoroti. Empat tahun menempuh pendidikan hingga menyelesaikan skripsi belum tentu membuat seorang sarjana benar-benar siap menghadapi dunia profesional.

Advertisement

Persoalan tersebut menjadi sorotan dalam tayangan YouTube edukasi Satu Persen-Indonesian Life School bertajuk “Kenapa Sarjana Sekarang Makin Susah Cari Duit?”.

Dalam tayangan tersebut, perubahan standar pasar kerja menjadi salah satu hal yang dibahas. Dunia kerja dinilai semakin bergeser dari sekadar melihat gelar pendidikan menuju kemampuan konkret yang dimiliki seseorang.

“Pasar tak peduli gelar apa yang dimiliki. Pasar hanya peduli pada apa yang bisa dibuat dan kontribusi nyata yang diberikan,” demikian narasi dalam tayangan tersebut, dikutip dari RadarTuban, Senin (14/9/2026).

Advertisement

Ijazah memang menunjukkan bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan formal. Namun, perusahaan membutuhkan lebih dari sekadar bukti kelulusan.

Kemampuan berkomunikasi, memecahkan masalah, berpikir kreatif, beradaptasi terhadap perubahan, hingga bekerja dalam tim menjadi keterampilan yang semakin penting dalam dunia kerja.

Masalahnya, sistem pendidikan dinilai masih cukup kuat berorientasi pada nilai akademik, teori, dan pencapaian gelar. Sementara keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk menghadapi persoalan nyata di dunia kerja belum selalu mendapatkan porsi yang seimbang.

Kondisi itu kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan pendidikan tinggi. Apakah kuliah hanya untuk mendapatkan gelar, atau menjadi proses untuk membangun pengetahuan sekaligus kemampuan yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata?

Advertisement

Artikel Terkait

Ribuan Pencari Kerja Antre di Job Fair, Tapi Benarkah Efektif Dapat Pekerjaan?

Ribuan Pencari Kerja Antre di Job Fair, Tapi Benarkah Efektif Dapat Pekerjaan?

Bursa kerja atau job fair selama ini menjadi salah satu tempat yang diandalkan masyarakat untuk mencari pekerjaan. Ribuan pencari kerja rela

Wagub Paskalis Ingatkan Sarjana Anak Asli Papua Jangan Pilih-Pilih Pekerjaan 

Wagub Paskalis Ingatkan Sarjana Anak Asli Papua Jangan Pilih-Pilih Pekerjaan 

Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa menegaskan sarjana anak asli Papua agar jangan pilih-pilih pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. 

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Mimika membongkar empat kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan ganja dalam kurun waktu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer