Pemprov Papua Tengah Siapkan Peta Jalan Sanitasi Berkelanjutan di Delapan Kabupaten

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menyiapkan Road Map atau Peta Jalan Sanitasi sebagai pedoman pembangunan sanitasi yang terarah dan berkelanjutan di delapan kabupaten. Penyusunan dokumen ini diharapkan dapat meningkatkan akses sanitasi yang layak dan aman sekaligus mendorong peningkatan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Road Map Sanitasi Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di ruang rapat lantai III Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jalan Sam Ratulangi, Nabire, Rabu (28/10/2026).
Asisten I Setda Papua Tengah, Alanthino Wiay saat membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan sanitasi bukan sekadar persoalan pembangunan sarana dan prasarana fisik, tetapi juga merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Sanitasi yang layak dan aman memiliki keterkaitan erat dengan upaya penurunan angka stunting, pencegahan penyakit menular, serta perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” Ujarnya.
Menurut Gubernur, sebagai provinsi yang relatif baru terbentuk, Papua Tengah memiliki tantangan sekaligus peluang untuk menata sistem sanitasi secara komprehensif sejak dini. Karena itu, perencanaan pembangunan sanitasi harus dilakukan secara terarah dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Melalui FGD pertama ini, pemerintah mulai memetakan capaian sanitasi, mengidentifikasi berbagai kendala, serta merumuskan kebutuhan sarana dan prasarana sanitasi berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Penyusunan peta jalan tersebut juga diarahkan untuk mengintegrasikan penyediaan akses sanitasi yang aman dengan pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dengan demikian, pembangunan sanitasi tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Pembangunan sanitasi tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan,” demikian penegasan dalam sambutan tersebut.
Gubernur juga menekankan bahwa keberhasilan penyusunan dan pelaksanaan peta jalan sanitasi membutuhkan komitmen serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, tokoh masyarakat, dan mitra pembangunan.
“ Kami berharap Seluruh peserta FGD berpartisipasi aktif dengan memberikan masukan, data, dan informasi yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi sanitasi di wilayah masing-masing. Data tersebut akan menjadi dasar agar kebijakan dan program yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.



