Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Nabire Larang Pemotongan Babi Betina Produktif

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯

 


Advertisement

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita.(CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita.(CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Peternakan mulai melakukan langkah pemulihan sektor peternakan setelah terdampak wabah African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan banyak ternak babi milik masyarakat mati.

 

Advertisement

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita, mengatakan tahun ini pihaknya menjalankan program restocking atau pengisian kembali kandang-kandang milik masyarakat yang kosong akibat wabah tersebut.

 

“Pasca wabah ASF, banyak kandang milik masyarakat yang kosong karena ternak babi mati. Oleh karena itu, pada program tahun ini kami berupaya melakukan restocking, yaitu pengisian kembali kandang-kandang yang kosong,” ujar drh. I Dewa Ayu Dwita kepada media, di sela-sela kegiatan pangan murah yang digelar Pemkab Nabire di lapangan Kodim Nabire,Kamis (12/3/2026).

Advertisement

 

Ia menjelaskan, bantuan bibit babi akan diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh wabah ASF, khususnya bagi orang asli Papua (OAP).

 

Namun jumlah bantuan yang diberikan pada tahun ini masih terbatas karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.

 

“Karena tahun ini kita mengalami efisiensi anggaran, bantuan yang diberikan tidak banyak dan hanya bersifat stimulus”

 

“Kemungkinan satu kelompok mendapatkan satu pasang bibit untuk dikembangkan. Totalnya sekitar seratusan ekor lebih, jadi tidak banyak karena anggaran kita juga terbatas,” jelasnya.

 

Selain menyalurkan bibit babi, Dinas Peternakan Nabire juga memperketat pengawasan terhadap pemotongan ternak guna menjaga populasi.

 

Ia menegaskan bahwa babi betina yang masih produktif tidak diperbolehkan untuk dipotong agar proses perkembangbiakan tetap berjalan.

 

“Pemotongan babi yang diperbolehkan adalah babi penggemukan. Untuk menjaga populasi, babi betina yang masih produktif tidak boleh dipotong,” tegasnya.

 

Sementara itu, terkait kondisi pasar, Ayu mengungkapkan bahwa harga babi di Nabire mengalami kenaikan cukup signifikan sejak November 2025. Hal ini dipicu oleh menipisnya stok babi potong di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

 

Meski pemerintah telah mendatangkan babi hidup dari daerah yang dinyatakan bebas ASF seperti Biak, Serui, Sorong, dan Manokwari, pasokan tersebut dinilai masih belum mampu menekan harga di pasaran.

 

“Kami sudah memasukkan babi dari daerah bebas ASF seperti Biak, Serui, Sorong, dan Manokwari. Namun harga masih tetap tinggi karena permintaan masyarakat terus meningkat sementara stok masih terbatas. Babi hidup yang didatangkan dari kabupaten tetangga itu belum mampu memenuhi kebutuhan,” pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

60 Tahun Layani Pedalaman Papua, PT AMA Kini Didukung Subsidi Pemprov Papua Tengah

60 Tahun Layani Pedalaman Papua, PT AMA Kini Didukung Subsidi Pemprov Papua Tengah

Setelah lebih dari 60 tahun melayani masyarakat di wilayah pedalaman dan terisolir Papua, PT Angkasa Mulia Air (AMA) kini mendapat dukungan

Kepala SMA Negeri Meepago Ceritakan Perjuangan Anak Yatim dari Siriwo Hingga Menjadi Juara English Competition

Kepala SMA Negeri Meepago Ceritakan Perjuangan Anak Yatim dari Siriwo Hingga Menjadi Juara English Competition

 Tidak ada yang langsung melihat air mata perjuangan di balik senyum Melian Obaipa ketika namanya diumumkan sebagai Juara I English Competition tingkat SMA pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Papua Tengah yang dig

Kepala Distrik Kamuu Yakini Program Pendidikan Gratis Pemprov Merupakan Investasi Menciptakan Generasi Emas Papua

Kepala Distrik Kamuu Yakini Program Pendidikan Gratis Pemprov Merupakan Investasi Menciptakan Generasi Emas Papua

Program pendidikan gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus membawa harapan bagi masyarakat. Di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan mampu meringankan beban biay

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer