CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika telah resmi dibuka di Kabupaten Mimika pada Jumat (10/9/2025).
Ini merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto kini
Seremoni pembukaan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 76 Mimika ini ditandai dengan pembukaan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para peserta pelajar.
Hadir dalam kegiatan, Bupati Mimika dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong dan perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, yakni Kepala Balai Besar Kemensos RI Regional VI, John H. Mampioper.
Turut hadir, seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika.
Kepala Balai Balai Besar Regional IX Kemensos, John H. Mampioper, mengatakan di sekolah rakyat ini tidak boleh ada tindakan perundungan sesama siswa, dari guru ke siswa maupun sebaliknya.
“Tidak (boleh,red) ada bully di sekolah rakyat, kita semua sama,” kata John dalam sambutannya.
Lebih lanjut dikatakan, setelah SRT dibuka, tiga tahun ke depan akan meluluskan anak-anak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Anak-anak lulusan SRT diklaim akan memperebutkan kuota untuk sekolah-sekolah kedinasan, baik di pemerintahan, Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil) maupun kedinasan lainnya.
“Pesan Presiden cukup orang tua yang miskin, jangan anaknya. Mereka punya hak yang sama dengan anak-anak di sekolah formal,” tutur John.
Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, sekolah rakyat ini adalah empat dari delapan proyek strategis nasional.
Di Mimika, para siswa memulai di sekolah perintis dengan menggunakan gedung Rusun ASN yang telah disulap menjadi sekolah dan asrama oleh Kementerian Pekerjaan Umum
Johannes menambahkan, untuk mendirikan bangunan permanen Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar di Distrik Iwaka untuk pembangunan gedung SRT oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial.
“Nanti Kemensos dan Kemen PU bangun Sekolah Rakyat Terintegrasi seluas 10 hektar. Semuanya kita siapkan untuk kepentingan anak-anak disini,” kata Bupati Rettob.
Johannes pun mengapresiasi tim Dinas Sosial yang telah bekerja keras mencari anak-anak yang tidak bersekolah maupun yang putus sekolah dari keluarga miskin di wilayah pesisir sehingga MPLS ini dapat berjalan.
Johannes juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para orang tua yang dengan besar hati telah mengizinkan anaknya untuk mengenyam pendidikan di SRT.
“Anak-anak yang tinggal di sekolah rakyat, akan mendapatkan semua fasilitas mulai pendidikan, kesehatan dan kesehariannya gratis,” tegas Johannes.
“Mereka tinggal di sini gratis, makan 5 kali sehari. Ini tugas pemerintah memberikan perhatian penuh, berikan kesehatan dan kesejahteraan untuk masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Gratianus Silas