Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Hujan Salju di Grasberg Tembagapura, Ini Penjelasan BMKG

W
Penulis: Wahyu Welerubun❯

 

Fenomena turunnya hujan salju di Grasberg yang terletak di ketinggian 4285 MDPL, Senin (26/1/2026). (Foto: Istimewa).
Fenomena turunnya hujan salju di Grasberg yang terletak di ketinggian 4285 MDPL, Senin (26/1/2026). (Foto: Istimewa).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Fenomena hujan salju kembali turun di area Tambang Grasberg PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, Senin (26/1/2026).


Advertisement

Pada Senin pagi, masyarakat Mimika dihebohkan dengan video yang beredar memperlihatkan suasana sebagian besar area tambang Grasberg yang ditutupi salju.

Bahkan, area yang ditutupi salju ini dapat dilihat dengan jelas dari beberapa titik di dalam Kota Timika pada Senin pagi di mana area Grasberg yang tampak dipenuhi salju.

Sebelumnya, fenomena turunnya salju di area tambang Grasberg ini pernah terjadi pada 12 Agustus 2003, 10 Oktober 2007, dan 1 April 2009. Pada 2023 lalu, juga tercatat sempat turun hujan salju.

Advertisement

Berkaitan dengan ini, Prakirawan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika, Marsareza, membenarkan bahwa meski demikian, pihaknya tidak dapat memantau secara jelas fenomena tersebut karena jangkauan radar yang terbatas.

“Keterbatasan radar kita ini yang cuma singlepolar, tidak bisa itu mendeteksi secara horizontal dan vertikal, sehingga yang terdeteksi di radar, daerah Tembagapura itu, seperti biru (yang menandakan) hujan gerimis, tapi bisa jadi salju,” ucapnya saat ditemui Senin petang.

Menurut citra satelit BMKG, kata Marsareza bahwa pada Senin pagi, di wilayah Tembagapura diselimuti awan menengah yang kategori suhunya minus 28 derajat.

Advertisement

Hal ini menurutnya sangat memungkinkan terjadinya hujan salju. Hal ini kata dia sangat mungkin terjadi lantaran suhu awan dan ketinggian Tembagapura menyebabkan hujan yang masih dalam bentuk butiran es bisa sampai ke daratan tanpa mencair.

Reza menyebutkan, fenomena turunnya salju tersebut tidak dipengaruhi oleh kondisi cuaca secara regional (Indonesia dan Papua) bahkan global atau dunia.

“Jadi memang diprakirakan karena awan menengah dari pukul 5 sampai 6 pagi tadi itu yang agak tebal saat terpantau oleh satelit,” tuturnya.

Reza menambahkan, fenomena turunnya salju merupakan hal yang lumrah di Tembagapura mengingat tinggi lokasinya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Masa Jabatan Berakhir, Pengganti Sekda Merauke Disiapkan

Masa Jabatan Berakhir, Pengganti Sekda Merauke Disiapkan

Masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke akan berakhir pada 1 Desember mendatang.

Pemkab Mimika Gandeng Kejaksaan Tarik Paksa Kendaraan Dinas dari Pejabat Lama

Pemkab Mimika Gandeng Kejaksaan Tarik Paksa Kendaraan Dinas dari Pejabat Lama

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mengambil langkah tegas untuk mengamankan aset daerah berupa kendaraan dinas. 

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melaporkan temuan 326 kasus baru HIV-AIDS sepanjang periode Januari hingga September 2026. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer