Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Air Bersih Mandek, Bupati Mimika Mengaku Belum Terima Laporan

W

 

Instalasi air bersih di depan rumah seorang warga di Jalan Budi Utomo Timika. (CEPOSONLINE.COM/Moh. Wahyu Welerubun).
Instalasi air bersih di depan rumah seorang warga di Jalan Budi Utomo Timika. (CEPOSONLINE.COM/Moh. Wahyu Welerubun).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Belakangan ini masyarakat Mimika mulai resah akan proyek air bersih yang tidak lagi mengalir di rumah-rumah warga setelah resmi diluncurkan oleh pemerintah daerah.


Advertisement

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, hampir sebagian besar wilayah di Kota Timika tidak lagi dialiri air bersih pasca seremoni peluncuran yang dilakukan pada 12 Juli 2025. 

 

Advertisement

Padahal, banyak dari masyarakat yang sudah mengharapkan bisa mendapatkan pasokan air bersih yang langsung mengalir ke rumah-rumah warga.

 

Rossa, seorang warga Jalan Budi Utomo Timika mengaku rumahnya sempat dialiri air. Namun beberapa bulan setelah peluncuran itu, air tidak lagi mengalir. 

Advertisement

 

“Sekarang sudah tidak mengalir lagi, hanya pas waktu awal-awal itu saja. Itu pun mengalir tra (tidak) normal, kadang satu jam, kadang satu jam setengah,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

 

Hal yang sama turut diungkapkan oleh seorang warga lainnya di Jalan Bhayangkara Timika. Menurutnya, dari bersih yang sebelumnya sudah dinanti-nanti oleh masyarakat di wilayah itu kini bahkan tidak mengalir satu tetes pun. 

 

“Lubang keran ini sudah kering, tra (tidak) tau lagi kapan baru mengalir lagi,” jawabnya singkat. 

 

Menyikapi situasi ini, Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan belum menerima informasi ataupun laporan dari tim yang berada di lapangan mengenai kondisi tersebut. 

 

“Saya belum tahu. Saya cek nanti karena saya sendiri belum dengar laporan. Karena tahun ini kan kita masih kerja juga,” katanya.

 

Johannes melanjutkan, mata air yang menjadi sumber air bersih untuk proyek tersebut tidak kering dan masih terus mengalir. 

 

Hanya saja, ada kemungkinan terjadi kendala-kendala teknis di lapangan mengingat proyek pembangunan instalasi air bersih yang hingga kini masih terus dilaksanakan. 

 

“Kita masih ada tambahan 8 ribu kalau nggak salah sambungan dan kemungkinan dalam waktu dalam pelaksanaan,” sambungnya. 

 

Adapun kendala-kendala teknis dimaksud seperti pipa yang dipotong oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, pipa yang rusak akibat penuaan dan penyebab-penyebab lainnya yang mengakibatkan dampak buruk terhadap masyarakat. 

 

Johannes juga menyoroti kesadaran oknum-oknum yang masih memelihara budaya mencuri pipa atau fasilitas-fasilitas pendukung yang sudah disediakan pemerintah kepada masyarakat. 

 

Ia pun mengambil contoh seperti di Kota Tua Kokonao yang menjadi ibu kota Distrik Mimika Barat. Di sana, kata Johannes banyak pipa air bersih yang dicuri oleh warga dan dijual untuk mabuk-mabukan dan alasan lainnya. 

 

Hal itu diketahuinya setelah peluncuran air bersih beberapa waktu lalu di Kokonao, Distrik Mimika Barat, Mimika, Papua Tengah. 

 

“Saya kasih contoh yang di Kokonau, kemarin di Kokonau itu kan orang potong pipanya. Potong-potong karena mabuk. Ini kan pipa karet, dia mau jual kemana juga tidak ada,” imbuhnya. 

 

Johannes berharap masyarakat dapat membersamai pemerintah menjaga fasilitas-fasilitas yang telah dibangun untuk kepentingan publik, untuk kepentingan masyarakat secara luas. 

 

Ia juga mengajak masyarakat agar dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bertanggungjawab atas semua kepentingan yang ada. 

 

“Fasilitas ini kita bangun bukan untuk kepentingan saya, bukan kepentingan pemerintah, kepentingan masyarakat. Jadi masyarakat harus jaga,” ungkapnya.

 

Sebelumnya, Pemkab Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) meluncurkan program air bersih, bertempat di Sp2, Jalur 5, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu 12 Juli 2026. 

 

Proyek ini sudah direncanakan mulai tahun 2012. Kemudian, pada tahun 2013 proyek kolaborasi Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia ini kemudian dimulai dengan pembangunan Water Treatment Project (WTP) 430 mulai dikerjakan hingga rampung pada tahun 2019. 

 

Dalam pelaksanaannya, PTFI bertanggung jawab atas pembangunan fasilitas pengolahan air bersih, sementara Pemkab Mimika melakukan penyediaan dan pemasangan pipa serta jaringan distribusi ke rumah-rumah warga. 

 

Setelah dilakukan beberapa kali uji coba, WTP yang berlokasi di Distrik Kuala Kencana akhirnya diserahterimakan dari PT Freeport Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Mimika pada tahun 2023.   

 

Adapun proyek tersebut dikerjakan dengan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

 

Pada tahun 2014, Dinas PUPR Kabupaten Mimika melakukan revisi anggaran terhadap proyek air bersih ini sebesar lebih dari Rp374 miliar. 

 

Lalu, di tahun 2022 anggaran yang dikucurkan mencapai lebih dari Rp510 miliar. Dari total tersebut, telah terealisasi pada tahun itu sebesar Rp136 miliar. 

 

Sedangkan, di tahun 2024 pemerintah menganggarkan sekitar lebih dari Rp248 miliar untuk pembangunan proyek air bersih ini. 

 

Kemudian, dikucurkan lagi sekitar lebih dari Rp275 miliar pada tahun 2025 dengan progres terkini telah mencapai 53,98 persen. 

 

Selanjutnya, sisa anggaran yang dibutuhkan di tahun ini untuk kelanjutan proyek air bersih sekitar Rp236 miliar lebih atau sekitar 46,2 persen. 

 

Kata Pieter, di tahun 2024, sebanyak 12.815 titik telah terpasang jaringan pipa. Lalu pada tahun 2025 ini

 

rencananya akan dipasang di 16.597 titik dengan pipa jaringan distribusi dan jaringan infrastruktur pendukung dengan kapasitas bak penampung 90 kubik. 

 

Lalu, dilengkapi dengan pompa elektrik 4x50 kubik per jam, bangunan WTP 430 dengan kapasitas 2x100 kubik per jam, kapasitas bak penampung 2x1.250 kubik per jam, pompa pendorong 2x100 kubik per jam ditambah 1x50 kubik per jam. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Masyarakat Keerom Diajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Masyarakat Keerom Diajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Bupati Keerom, Piter Gusbager, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang dige

Stella Misiro: Kampung Nelayan Nabire Harus Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Stella Misiro: Kampung Nelayan Nabire Harus Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPR PT) dari Kelompok Khusus, Stella Misiro, berharap pembangunan Kampung Nelayan di

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 menangkap seorang pria berinisial AK (37) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penemb

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer