Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkat Jempol Adminduk, Warga di Pedalaman Mimika Bisa Jangkau Pelayanan Administrasi Kependudukan

W
Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo sedang menyerahkan dokumen administrasi kependudukan kepada perwakilan masyarakat. (Disdukcapil Kabupaten Mimika).
Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo sedang menyerahkan dokumen administrasi kependudukan kepada perwakilan masyarakat. (Disdukcapil Kabupaten Mimika).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Jemput Bola Administrasi Kependudukan (Jempol Adminduk) kini menjadi andalan warga masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau di Mimika untuk bisa mengakses layanan yang mudah dan cepat. 


Advertisement

Pasalnya, berkat program ini masyarakat tidak perlu membuang-buang waktu, biaya hingga tenaga untuk terbang atau berlayar jauh ke kota agar dapat mengakses pelayanan administrasi kependudukan. 

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tersebut. 

Setelah sebelumnya menyisir wilayah pesisir mulai dari Distrik Mimika Barat Jauh hingga Distrik Jita, program Jempol Adminduk kini menyasar wilayah pegunungan.

Advertisement

Kali ini, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah yang mendapat giliran untuk pelayanan Jempol Jempol Adminduk. 

Dengan mengandalkan transportasi udara, Disdukcapil Kabupaten Mimika terbang ke Distrik Tembagapura, tepatnya di Kampung Beanegogom.

Keberangkatan tim Jempol Adminduk didampingi langsung oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo. 

Advertisement

Dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Rabu (29/10/2025) malam, Slamet Sutejo membenarkan hal tersebut.

Slamet menyampaikan bahwa di Kampung Beanegogom, pihaknya bisa melayani masyarakat dari kampung lain di sekitarnya karena wilayahnya yang berada di tengah-tengah semua kampung di Distrik Tembagapura. 

"Wilayah Beanegogom posisinya terletak di tengah sehingga tim bisa melayani masyarakat di wilayah kampung terjangkau di sekitarnya yaitu Jongkogoma, Miniponogoma, Aquarama, Doliningokgin, dan Tsinga," kata Slamet.

Lanjut dijelaskan, pada hari pertama pelayanan—yakni hari ini, tim Jempol Adminduk telah melakukan layanan dengan progres yang cukup banyak. 

Adapun pelayanan yang dilakukan pada hari ini terdiri dari pencetakan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 36 lembar, perekaman E-KTP 17 tahun sebanyak 7 orang, pencetakan E-KTP sebanyak 36, Kartu Identitas Anak (KIA) sebanyak 35, cetak Akte Kelahiran sebanyak 39 lembar, dan Akte Kematian sebanyak 3 lembar.

Slamet mengatakan bahwa semua dokumen dapat langsung diproses di tempat dan diserahkan kepada warga yang bersangkutan.

Ia menyebut, karena hari sudah malam, tim akan kembali melanjutkan pelayanan kepada masyarakat pada esok hari, Kamis 30 Oktober 2025. 

"Diperkirakan besok akan lebih banyak lagi karena masyarakat daru empat kampung yanb ada di sekitar wilayah Beanegogom sampai Tsinga yang bisa berjalan kaki untuk menjangkau layanan adminduk ini," ujar Slamet.

Slamet menambahkan, Disdukcapil Kabupaten Mimika akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar cakupan kepemilikan dokumen adminduk warga terus meningkat, data kependudukan semakin valid dan akurat. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Masyarakat Keerom Diajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Masyarakat Keerom Diajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Bupati Keerom, Piter Gusbager, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang dige

Stella Misiro: Kampung Nelayan Nabire Harus Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Stella Misiro: Kampung Nelayan Nabire Harus Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPR PT) dari Kelompok Khusus, Stella Misiro, berharap pembangunan Kampung Nelayan di

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 menangkap seorang pria berinisial AK (37) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penemb

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer