Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru SD hingga SMA Didorong Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini HIV/AIDS

Y
Penulis: Yulius Sulo❯
Para guru dari SD sampai SMA-SMK saat mengikuti TOT untuk dapat mengedukasi siswa terkait dengan HIV-AIDS, di Merauke, Senin (20/9/2026).     (CEPOSONLINE.COM/SULO)
Para guru dari SD sampai SMA-SMK saat mengikuti TOT untuk dapat mengedukasi siswa terkait dengan HIV-AIDS, di Merauke, Senin (20/9/2026).      (CEPOSONLINE.COM/SULO)  
 
CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Guru jenjang SD, SMP dan SMA di Kabupaten Merauke didorong berperan lebih aktif dalam mengenali tanda-tanda awal HIV/AIDS maupun infeksi menular seksual (IMS) di kalangan remaja.

Advertisement

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan on the job training bagi para guru, sehingga mereka tidak hanya memahami deteksi dini, tetapi juga mengetahui langkah penanganan serta mampu memberikan edukasi kesehatan kepada peserta didik.

“Bagaimana mereka bisa mengenali dari awal tanda-tanda penyakit HIV/AIDS, juga penyakit infeksi menular seksual lainnya, dan bagaimana pengobatannya. Kemudian terutama bagaimana agar stigma atau diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS itu dihilangkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahangiar, seusai membuka on job training bagi guru SD, SMP dan SMA  dalam rangka penanganan HIV-AIDS di Papua Selatan, Senin (21/9/2026).   

Menurut Herlina-panggilan akrabnya,  pemahaman guru menjadi penting karena lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat strategis untuk memberikan edukasi kepada anak dan remaja mengenai perilaku hidup sehat serta kesehatan reproduksi.
Guru diharapkan dapat menyisipkan materi tersebut dalam proses pembelajaran, sesuai dengan mata pelajaran dan konteks pendidikan yang diberikan kepada siswa.

Advertisement

Selain itu, keberadaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di masing-masing sekolah juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan edukasi kesehatan siswa.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi HIV/AIDS. Sebelumnya, kegiatan serupa telah menyasar tokoh masyarakat dan komunitas. Kini sasaran diperluas kepada para guru di wilayah Kabupaten Merauke.
 
Benedicta Herlina Rahangiar menyebutklan, HIV/AIDS masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Provinsi Papua Selatan, terutama di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Asmat.   
Kasus juga ditemukan pada kelompok usia produktif, bahkan terdapat kasus pada anak usia sekolah. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian bersama, terutama melalui edukasi dan deteksi dini.


Ia juga menyoroti cukup banyaknya kasus yang ditemukan pada perempuan, termasuk ibu rumah tangga.

Advertisement

Namun, tingginya temuan pada perempuan tidak serta-merta dapat diartikan bahwa perempuan merupakan kelompok yang lebih banyak melakukan perilaku berisiko. Salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka temuan adalah program pemerintah yang secara rutin melakukan skrining HIV terhadap ibu hamil.
“Setiap ibu hamil kita wajibkan untuk pemeriksaan dan skrining, sehingga banyak sekali yang terjaring. Itu dari sisi program,” jelasnya.

Menurutnya, pemeriksaan secara lebih luas terhadap laki-laki juga penting agar gambaran epidemiologi HIV di masyarakat dapat diketahui secara lebih utuh.
Karena itu, masyarakat didorong memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dan melakukan skrining sedini mungkin, termasuk pemeriksaan terhadap HIV maupun IMS.
 
Selain deteksi dini, edukasi mengenai cara penularan HIV menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Hal ini untuk meluruskan berbagai anggapan keliru yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Herlina  menegaskan, HIV tidak menular hanya karena berjabat tangan, makan bersama atau berada dalam satu lingkungan dengan orang yang hidup dengan HIV.

“Tidak boleh jabat tangan, tidak boleh makan bersama, itu semua tidak benar, karena cara penularannya berbeda,” tegasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

MiChat Ikut Disorot, Perda HIV/AIDS Merauke Bakal Dirombak

MiChat Ikut Disorot, Perda HIV/AIDS Merauke Bakal Dirombak

Pemerintah Kabupaten Merauke berencana merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pencegahan Penularan Infeksi Menular Sek

Pemprov Papua Tengah Tancap Gas Susun Regulasi Penanganan HIV/AIDS hingga TB

Pemprov Papua Tengah Tancap Gas Susun Regulasi Penanganan HIV/AIDS hingga TB

Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mempercepat penguatan regulasi di sektor kesehatan melalui penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) yang mencakup penanganan HIV/AIDS, Tuberkulosis (TB), Pneumonia, Diare,

Jejak Senyap HIV-AIDS di Pedalaman Mimika

Jejak Senyap HIV-AIDS di Pedalaman Mimika

Penularan virus HIV-AIDS di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, kian mengkhawatirkan. Data Dinas Kesehatan hingga Maret 2026 mencatat, akumulasi kasus HIV-AIDS di wilayah ini mencapai 8.511 kasus sejak pertama kali

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer