Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PSN Dipalang, Menhan Turun Cek Lokasi

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯
Pemalangan lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilakukan pemilik ulayat di Kampung Wanam Distrik Ilwayab menarik perhatian pemerintah pusat. Pemilik ulayat memalang menggunakan salib merah.
Pemalangan lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilakukan pemilik ulayat di Kampung Wanam Distrik Ilwayab menarik perhatian pemerintah pusat. Pemilik ulayat memalang menggunakan salib merah.

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemalangan lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilakukan pemilik ulayat di Kampung Wanam Distrik Ilwayab menarik perhatian pemerintah pusat. Pemilik ulayat memalang menggunakan salib merah. Simbol yang dianggap sakral secara adat dan sosial.


Advertisement

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin turun langsung mengunjungi lokasi Jumat (2/1). Menhan didampingi Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Lucky Avianto. 

Sjafrie mengatakan pembangunan infrastruktur jalan, pencetakan sawah, dan dukungan sarana pertanian tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ekonomi lokal. 

“Pembangunan ini bertujuan memberikan akses hidup yang lebih baik, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan kemandirian pangan bagi masyarakat,” katanya. Menhan memastikan hak-hak masyarakat adat tetap menjadi perhatian utama pemerintah. Tanah dan alam di sini adalah titipan leluhur menurutnya. 

Advertisement

Sementara kuasa hukum masyarakat pemilik ulayat, Tedy Wakum menyampaikan mengeluarkan empat poin pernyataan yaitu mendesak Menhan menghormati aksi salib merah yang dilakukan masyarakat adat yang tanah mereka diserobot dan digusur paksa untuk PSN.

Kedua, mendesak Menhan mengevalusi penempatan militer di lokasi PSN Merauke dan lebih khusus Batalion 804 di Wanam karena proyek PSN tersebut bermasalah dan diduga kuat terjadi tindakan pelanggaran HAM. Ketiga, mendesak Kemenhan untuk menghentikan semua aktivitas bersama Jhonlin Group di Wanam dan tarik semua pasukan dari Wanam karena menimbulkan ketakutan dan trauma bagi masyarakat yang hak atas tanah adatnya telah dirampas untuk PSN.  

“Terakhir Kemenhan, Bupati dan Gubernur segera bertemu dengan presiden untuk menyampaikan hasil pertemuan tanggal 23 Desember di Wanam bahwa semua masyarakat pemilik Hak ulayat menolak tanah mereka diserahkan untuk lokasi PSN,” tutup Tedy. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

BNPB Pusat Janjikan Mobil Rescue untuk Papua Selatan, OMC Diperpanjang 14 Hari

BNPB Pusat Janjikan Mobil Rescue untuk Papua Selatan, OMC Diperpanjang 14 Hari

Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendapatkan komitmen bantuan satu unit mobil rescue dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Polisi dan Warga Padamkan Karhutla Seluas 4 Hektare di Semangga

Polisi dan Warga Padamkan Karhutla Seluas 4 Hektare di Semangga

Personel Polsubsektor Semangga bersama masyarakat bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di RT 09 Kampu

Burung Cenderawasih Berpotensi Berkembang Biak di Area Konsesi  PT TTL  dan PT IA

Burung Cenderawasih Berpotensi Berkembang Biak di Area Konsesi PT TTL dan PT IA

Upaya Tunas Sawa Erma (TSE) Group dalam menjaga kelestarian alam Papua melalui program Papua Conservation terus dikembangkan bersama IPB

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer