Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Ketua KNPI Kota Jayapura Dipilih Dalam Suasana Baku Pukul, Pemuda Menolak Bersatu

Abdel Gamel Naser • 2026-03-15 13:33:01

Novelt Krey (celana krem) bersama timnya saat memberikan keterangan usai pelaksanaan musda VI KNPI Kota Jayapura yang berujung ricuh, Sabtu (14/3/2026). (Foto: Istimewa)
Novelt Krey (celana krem) bersama timnya saat memberikan keterangan usai pelaksanaan musda VI KNPI Kota Jayapura yang berujung ricuh, Sabtu (14/3/2026). (Foto: Istimewa)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA – Ketegangan dalam proses pemilihan Ketua KNPI Kota Jayapura akhirnya meledak. Sejumlah pemuda terlibat baku pukul dalam ruangan yang digunakan saat digelar musyawarah daerah ke VI. Kejadian ini terjadi di Hotel Horison Kotaraja pada Sabtu malam (14/3/2026). 

 

Sebelumnya ada dua bakal calon yakni Novelt Krey dan Barto Taniauw. Namun dengan alasan berkas tidak memenuhi syarat akhirnya Novelt dieliminasi oleh Steering Committee (SC) yang dipimpin Yoan Wanbitman. Disini juga Barto akhirnya dinobatkan sebagai Ketua KNPI Kota Jayapua.

 

Terkait hasil ini pemuda kubu Novelt menyatakan menolak untuk bersatu. Mereka juga menyinggung bahwa yang dilakukan dalam Musda VI bukan proses pemilihan melainkan penunjukkan dengan kepentingan penguasa. Cara-cara ini dianggap tidak akan memajukan pola pikir anak muda yang harusnya bebas dari intervensi. 

 

“Proses ini jauh dari harapan pemuda, terkesan dipaksakan dan semua hanya fomalitas. Kami pertegas bahwa Musda VI cacat dan pemuda tidak akan bersatu,” beber Gerson Wetipo Ketua GMKI Kota Jayapura. Dari video yang beredar terlihat proses pemilihan dilakukan langsung dibacakan dan tanpa menerima sanggahan sementara situasi sudah terjadi keributan. 

 

“Dibaca begitu saja. Jadi dalam suasana ribut lalu tiba-tiba ada yang membacakan putusan. Ini lucu sekali,” jelas Sinyo, salah satu pemuda menghadiri Musda. Novelt juga berbicara keras. “Kami menolak hasil musda sebab sudah tidak sesuai dengan aturan. Dan dari awalnya yang dimaksud untuk menyatukan tapi bukan demokrasi yang tersaji melainkan penunjukkan. Ingat ini bukan kerajaan dimana satu jabatan ditunjuk oleh raja. Ini negara demokrasi, pemuda berhak memilih,” kata Novelt dengan nada tinggi usai kegiatan.

 

Ia menganggap Musda hanya formalitas dan jauh dari kata demokratis. Para pemuda belum sempat memilih tapi sudah dibungkam diawal, digugurkan dengan syarat yang tidak jelas. “Ini maksudnya apa? Ada intervensi? intervensi dari penguasa mana,” jelasnya. “Jadi sekali lagi kalau bilang pemuda mau disatukan dengan cara-cara ini saya pikir tidak akan terjadi,” tegasnya.

 

Novelt menjelaskan bahwa dirinya digugurkan dalam verifikasi dengan alasan dukungan ganda dalam rekomendasi KNPI distrik. Namun dari penelusuran ternyata rekomendasi dari Distrik Jayapura Selatan yang dikantongi Novelt diberikan lebih dulu pada tanggal 1 Maret yang ditandatangani Karateker ketua dan sekretaris. Sedangkan rekomendasi Barto diberikan tanggal 1 Maret yang hanya ditandatangani oleh Plt Ketua. 

 

“Mari buka-bukaan soal syarat yang sudah diverifikasi, apakah SC berani?.Ini bukan soal menang atau kalah tapi proses yang sudah menyalahi dan tidak mendidik pemuda untuk berdemokrasi,” tutupnya. (*).

Editor : Abdel Gamel Naser
#Ceposonline.com #kota jayapura #knpi