Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM, saat berbincang-bincang dengan Kepala DLH dan Kebersihan Kota Jayapura Ir.Hj. Ketty Kailola.(foto : Priyadi/Cepos)
JAYAPURA-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) Tanah Hitam, sudah beberapa minggu lalu, tidak lagi beroperasi. Hal ini dikarenakan ada salah satu bak/ tangki penampung BBM di SPBU ini mengalami kebocoran. Ini sudah dibuktikan dengan adanya laporan warga sekitar SPBU Tanah Hitam, dimana air di rumahnya berbau BBM.
Menyikapi hal tersebut, petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH) Kota Jayapura, juga telah melakukan uji sample di lapangan dan membuktikan adanya tangki penampungan BBM ada yang mengalami kebocoran.
Kepala DLH dan Kebersihan Kota Jayapura Ir.Hj. Ketty Kailola, MSi, mengakui, sejatinya keluhan warga adanya pencemaran air yang mengandung BBM di SPBU Tanah Hitam Kota Jayapura, sudah ada dari tahun-tahun lalu, dan sudah diperbaiki. Namun kini kembali bocor lagi.
Untuk membuktikan bahwa pengecekan lapangan yang dilakukan DLH dan Kebersihan Kota Jayapura ini benar, maka dari pihak Pertamina juga melakukan pengecekan untuk memastikan di SPBU Tanah Hitam kembali bocor, ternyata benar.
Sehingga saat ini, SPBU Tanah Hitam untuk sementara waktu disegel dulu, tidak melayani pengisian BBM, karena ada maslaah kebocoran tangki/bak penampung BBM.
“Ya memang SPBU Tanah Hitam sementara waktu telah ditutup, tidak melayani penjualan BBM, akibat adanya kebocoran bak tangki penampung BBM, dan adanya keluhan warga sekitar, kalau rumah mereka airnya tercemar BBM,’’kata Ketty kepada wartawan Cenderawasih Pos, Kamis (29/11)kemarin.
Ditambahkannya, sebelum tangki BBM yang bocor ini diperbaiki dan diuji dengan sesuai SOP, maka DLH Kota Jayapura juga tidak mengizinkan untuk beroperasi. Sebab, dampak dari kebocoran ini, sangat mengganggu aktivitas warga maupun air yang digunakan warga.(dil/tri)
Editor : Administrator