Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sio...Ramai Prediksi BBM Nonsubsidi Naik per 1 April 2026, Harga Pertamax Bisa Jadi Rp14.500 per Liter

W
Penulis: Weny Firmansyah❯

 


Advertisement

Pengendara motor memasuki SPBU di Dok 5 bawah Jayapura, Papua pada 22 Juli 2025 lalu.
Pengendara motor memasuki SPBU di Dok 5 bawah Jayapura, Papua pada 22 Juli 2025 lalu.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Sejumlah analis dan ekonom memprediksi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi per 1 April 2026.


Hal tersebut dipicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini berada jauh di atas asumsi APBN, seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Advertisement


Dikutip dari radarsolo.jawapos.com, harga minyak mentah acuan Brent tercatat menyentuh level US$115,25 per barel.


Sementara asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 hanya ditetapkan sebesar US$70 per barel.


Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memprediksi harga Pertamax (RON 92) bakal melonjak ke kisaran Rp13.500 hingga Rp14.500 per liter dari harga Maret sebesar Rp12.390 per liter.

Advertisement


Senada, Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, memproyeksikan kenaikan harga BBM nonsubsidi berkisar antara Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter.


"Transmisi efek sampingnya dari BBM bisa ke mana-mana, termasuk ke inflasi pangan yang bisa tembus 6%–7% pada April," jelasnya.


Bhima menilai pemerintah harus segera melakukan realokasi belanja negara. Jika tidak, anggaran berisiko tidak mampu menanggung harga keekonomian BBM bersubsidi, yang pada akhirnya akan membebani keuangan Pertamina.


"Indonesia belum punya mitigasi krisis energi dibanding negara lainnya. Ini disebut quiet before the storm (tenang sebelum badai), terlalu santai dan anggap enteng," tutur Bhima.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menjelaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi sulit dihindari karena kompensasi yang harus dibayarkan pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) melonjak drastis akibat selisih harga keekonomian.


Bhima menilai tanpa adanya realokasi anggaran besar dalam APBN, pemerintah akan kesulitan menanggung selisih harga tersebut.


Jika harga tidak segera disesuaikan, beban finansial akan beralih sepenuhnya kepada Pertamina.


"Risikonya memang Pertamina yang menanggung, dengan cashflow yang bleeding (berdarah)," tambahnya.


Lebih lanjut, Bhima memperingatkan bahwa jika tekanan fiskal terus meningkat, tidak menutup kemungkinan harga BBM bersubsidi juga akan ikut disesuaikan.


Dampak dari kenaikan energi ini diprediksi akan memicu transmisi kenaikan harga di berbagai sektor, terutama pangan.


Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Wisnu Wibowo menjelaskan, skema penetapan harga BBM nonsubsidi di tingkat eceran sangat bergantung pada variabel harga acuan dunia dan nilai tukar kurs yang dinamis.


Wisnu meyakini bahwa penyesuaian harga tersebut masih akan berada di bawah angka 10 persen.


Prediksi ini didasarkan pada pemantauan rutin terhadap Mean of Platts Singapore (MOPS) dan Argus.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan bahwa harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan situasi geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah yang sangat berpengaruh terhadap rantai pasok energi dunia. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Pertamina Kirim 63 KL BBM ke Banda Neira

Pertamina Kirim 63 KL BBM ke Banda Neira

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, setelah kapal pengangkut BBM diberangkatkan pada Minggu (26/7/2026).

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Berawal dari usaha sederhana berjualan kopi menggunakan sepeda motor saat masih kuliah, Paulus Youw kini memilih menekuni dunia barista dan

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Kopi Arabika Dogiyai dengan memborong produk kopi lokal saat men

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer