
CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghindari pergaulan bebas guna mencegah penularan penyakit HIV/AIDS.
Imbauan ini disampaikan bukan tanpa alasan. Ancaman penyakit menular seksual ini sangat nyata dan masih ada di sekitar kita.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, dr. Carla Deksiana Susan, M.Ph., memaparkan bahwa hingga tahun 2026, telah ditemukan 25 kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Keerom. Angka ini didapat dari hasil tes yang dilakukan terhadap 1.250 orang dari target total 4.803 tes tahun ini.
Fakta di lapangan menunjukkan situasi yang memerlukan kewaspadaan bersama. Dari 25 pasien positif tersebut, sasaran penularannya sangat memprihatinkan.
"Dari 25 orang ini, rata-rata adalah ibu hamil, dan yang paling muda adalah anak remaja berusia 18 tahun," ungkap dr. Carla pekan lalu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di RSUD Kwaingga. Dampak dari penyakit ini sangat serius. Dari 25 kasus baru tersebut, 3 orang telah meninggal dunia, 16 orang rutin menjalani pengobatan ARV (Antiretroviral) dan 6 orang lainnya belum siap menjalankan pengobatan.
Selain pencegahan dari diri sendiri, Pemerintah juga terus berupaya melakukan deteksi dini. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Keerom, Lerviana Sitanggang, menyatakan bahwa Dinas Kesehatan akan segera memperluas skrining ke puskesmas-puskesmas di seluruh wilayah Keerom.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat alat tes sudah tersedia, sehingga kami bisa turun melakukan skrining ke Puskesmas-Puskesmas hingga di wilayah atas," jelas Lerviana.
Ia berharap agar data yang ada saat ini sebagai pengingat keras. Untuk menjauhi pergaulan bebas, dan tidak ragu untuk melakukan tes kesehatan. (eri/wen)



